INGATLAH – Pelatih kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic mengakui bahwa penyebab kekalahan timnya dari Madura United.
Kabau Sirah (julukan Semen Padang FC) terpaksa pulang dengan tangan hampa setelah ditundukkan Madura United dengan skor telak 1-5 pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Minggu malam (28/12), menjadi malam yang sulit bagi skuad berjuluk Kabau Sirah tersebut.
Dejan Antonic mengakui bahwa tuan rumah tampil lebih superior dan layak mengamankan tiga poin.
Ia menyoroti kurangnya kedisiplinan serta kesalahan individu yang dilakukan anak asuhnya.
“Madura main lebih kompak, lebih disiplin. Kita ada banyak individual mistake, membuat gol pertama, gol kedua, gol keempat terjadi,” ujar Dejan dalam sesi konferensi pers usai laga.
Dejan menjelaskan bahwa performa timnya menurun drastis dibandingkan saat menghadapi Persija Jakarta.
Faktor utama yang menjadi kendala adalah krisis pemain akibat cedera dan gangguan kesehatan yang melanda pilar penting tim.
“Ada tiga pemain yang tidak bisa main seperti Rui Rampa, dan itu pemain penting di lini belakang. Sedangkan M Ridwan dan Umanilo demam sejak siang sebelum laga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dejan juga menyinggung ketimpangan komposisi pemain asing di lapangan yang memberikan pengaruh besar pada jalannya pertandingan. Menurutnya, komposisi skuad Madura United jauh lebih komplet.
“Main kita beda jauh dari Madura karena memiliki 7 pemain asing hari ini. Sedangkan kita punya 3 pemain asing dan beda jauh itu sekali lagi untuk kita,” tambahnya.
Merespons kekalahan pahit tersebut, pemain Semen Padang FC, Febrian Tri mengajak rekan-rekannya untuk segera bangkit.
Ia menekankan pentingnya menjaga fokus demi menghadapi sisa kompetisi yang masih berjalan.
“Kita harus lupakan hasil malam ini, kita harus tetap fokus pada pertandingan berikutnya,” tegas Febrian, seraya menyatakan komitmen tim untuk tampil lebih baik dalam dua laga tersisa. (*)





