INGATLAH.COM – Peristiwa kericuhan terkait pengelolaan kebun kelapa sawit viral di media sosial.
Insiden tersebut terjadi di areal perkebunan eks PT Sinar Inti Sawit (SIS) seluas sekitar 700 hektare dan memicu bentrokan antarkelompok, Senin (22/12/2025).
Dalam video yang beredar berdurasi sekitar satu menit, terlihat sejumlah pemuda saling serang menggunakan benda tumpul.
Aparat kepolisian dan TNI tampak berada di lokasi dan berupaya melerai, namun situasi sempat sulit dikendalikan akibat massa yang cukup banyak.
Kericuhan ini diduga dipicu persoalan pengelolaan lahan perkebunan sawit eks PT SIS yang saat ini dikelola oleh PT Palma Agung Betuah (PAB) melalui skema kerja sama operasi (KSO) dengan PT Agrinas Palma Nusantara (APN).
Bentrokan bermula saat puluhan pekerja PT PAB hendak memasuki areal kebun, namun mendapat penolakan dari sekelompok orang yang diduga merupakan eks karyawan PT SIS.
Adu mulut pun terjadi dan memanas, terlebih di lokasi tidak tampak kehadiran perwakilan manajemen dari kedua perusahaan.
Situasi yang awalnya hanya perdebatan akhirnya berubah menjadi bentrokan fisik antarkelompok.
Aparat kepolisian dari Polsek Mandau bersama personel TNI kemudian turun ke lokasi untuk membubarkan massa dan mencegah konflik meluas.
Akibat insiden tersebut, dua pekerja PT PAB dilaporkan mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Permata Hati.
Selain korban luka, sedikitnya 11 unit kendaraan milik pekerja PT PAB juga mengalami kerusakan dan masih berada di lokasi kejadian.
Kepala Dusun Muda, Desa Pamesi, Wahidin, membenarkan adanya kericuhan tersebut.
Ia memastikan bahwa pihak-pihak yang terlibat bentrokan bukan berasal dari warga setempat.
“Benar terjadi keributan. Ada dua orang korban luka dan sejumlah kendaraan rusak. Mereka bukan warga Dusun Muda,” singkat Wahidin.
Hingga kini, situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif, sementara aparat keamanan masih melakukan pengamanan dan pendalaman terkait penyebab serta pihak-pihak yang terlibat dalam kericuhan tersebut.





