Berita

24 Hari Pascagalodo Padang, Warga Brandon Berjuang Bersihkan Lumpur Setinggi Satu Meter

×

24 Hari Pascagalodo Padang, Warga Brandon Berjuang Bersihkan Lumpur Setinggi Satu Meter

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Bagi sebagian besar orang, bencana galodo yang melanda Kota Padang mungkin sudah dianggap berlalu. Namun, bagi warga di Kawasan Brandon, Kecamatan Nanggalo, perjuangan justru baru memasuki babak paling melelahkan.

Hari ke-24 pascabencana, banyak warga yang masih belum bisa menginjakkan kaki di lantai rumah mereka sendiri, Senin (22/12)

Penyebabnya bukan lagi air, melainkan endapan lumpur setinggi hampir satu meter yang kini telah mengering dan mengeras layaknya beton.

Kondisi ini memaksa puluhan keluarga bertahan di pengungsian atau menumpang di rumah kerabat, menanti keajaiban di tengah tumpukan material yang sulit ditembus alat manual biasa.

Merespons situasi ini, Pemerintah Kota Padang mengerahkan personel lintas unsur untuk melakukan aksi pembersihan besar-besaran.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Chandra Eka Putra memimpin langsung jajarannya terjun ke lapangan untuk berjibaku melawan sisa-sisa galodo tersebut.

Baca Juga  Tampang Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Bocah 5 Tahun di Cilegon, Ini Kronologinya

Menurut Chandra, fase pemulihan (recovery) kali ini jauh lebih menguras energi dibandingkan masa tanggap darurat awal.

“Saat ini kita memasuki fase pemulihan yang tidak ringan. Lumpur sudah mengeras, tenaga yang dibutuhkan lebih besar, dan prosesnya tidak bisa instan. Namun kami berkomitmen untuk terus hadir membantu warga sampai rumah mereka benar-benar bisa dihuni kembali,” tegas Chandra saat memantau proses pengerukan lumpur di pemukiman warga.

Bagi para petugas, setiap cangkul dan angkatan lumpur adalah langkah nyata untuk mengembalikan “nyawa” ke dalam rumah-rumah yang sempat mati diterjang musibah.

Chandra menekankan bahwa kehadiran personelnya di lapangan adalah bentuk komitmen moral agar masyarakat tidak merasa berjuang sendirian.

Baca Juga  Ribuan Warga Padang Meriahkan Senam Massal Gebyar KORMI 2025

“Selama masih ada warga yang belum bisa kembali ke rumahnya, maka proses pemulihan akan terus kami lakukan. Ini bukan sekadar membersihkan lumpur, tapi memulihkan kehidupan,” tambahnya dengan penuh empati.

Di hari ke-24 ini, fokus utama pemerintah tidak lagi hanya pada infrastruktur jalan, melainkan pada pemulihan hunian warga agar mereka segera mendapatkan kembali martabat hidupnya secara normal.

“Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang mengembalikan rasa aman dan martabat hidup masyarakat. Upaya ini berjalan pelan, berat, namun pasti,” pungkas Chandra.

Meskipun berat, setiap sudut rumah yang berhasil dibersihkan menjadi harapan baru bagi para pengungsi untuk segera meninggalkan posko dan kembali memulai hidup di bawah atap rumah mereka sendiri. (*)