INGATLAH.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan akan mengalokasikan anggaran untuk merenovasi Tugu Zapin, ikon daerah yang berada tepat di depan Gedung Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, mengatakan perhitungan biaya renovasi telah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Ia menegaskan, proses revitalisasi akan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas agar penggunaan anggaran berjalan efektif dan efisien.
“Perhitungan biaya renovasi sudah dilakukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera diselesaikan,” ujar Syahrial.
Namun demikian, Syahrial mengakui bahwa pelaksanaan renovasi belum memungkinkan dilakukan pada akhir tahun ini.
Ia memperkirakan pekerjaan fisik baru dapat dimulai pada awal tahun depan.
“Kalau dikerjakan di akhir tahun ini rasanya tidak memungkinkan. Kemungkinan awal tahun depan baru bisa mulai dilaksanakan di lapangan,” jelasnya.
Sebelumnya, Anggota DPRD Provinsi Riau, Manahara Napitupulu, menyoroti kondisi Tugu Zapin yang dinilai tidak terawat dan merusak keindahan Kota Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau.
Ia meminta Pemprov Riau lebih peduli terhadap penataan dan estetika kota, terutama ikon-ikon daerah.
Menurut Manahara, Tugu Zapin memiliki nilai simbolik sebagai representasi seni dan budaya Melayu Riau.
Namun kondisi fisiknya saat ini dinilai memprihatinkan, terlebih karena letaknya berada tepat di depan Kantor Gubernur Riau.
“Kita setiap hari melintasi Tugu Zapin dan melihat kondisinya seperti itu. Padahal itu ikon daerah, berada di pusat ibu kota provinsi. Saya minta Pemprov Riau benar-benar memperhatikan kondisi tugu dan keindahan kota,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Ia juga menilai anggaran perawatan Tugu Zapin seharusnya tidak terlalu besar sehingga tidak perlu menunggu kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau dalam keadaan besar.
“Itu tidak membutuhkan biaya besar. Yang paling penting adalah kepedulian. Kalau memang tidak bisa dirawat, lebih baik dibongkar sekalian,” tegasnya.
Manahara berharap tugu yang menjadi simbol seni tradisional Melayu Riau tersebut dapat segera diperbaiki.
Ia menambahkan, kerusakan yang terjadi sebelumnya akibat pencurian sejumlah bagian seharusnya bisa ditangani tanpa harus dibiarkan berlarut-larut.
“Kalau kemarin rusak karena ada bagian yang dicuri, tentu masih bisa diperbaiki. Jangan dibiarkan begitu saja,” pungkasnya.





