INGATLAH.COM – Di jantung Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, berdiri sebuah masjid megah yang menjadi simbol kebanggaan sekaligus ikon religi bagi masyarakat setempat.
Masjid itu bernama Masjid Raya An-Nur, yang kerap disebut “Taj Mahal-nya Pekanbaru”.
Bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai destinasi wisata religi yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah.
- Sejarah Panjang Pembangunan
Hasil penelusuran ingatlah.com, Masjid Raya An-Nur mulai direncanakan pada awal 1960-an sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur Kota Pekanbaru yang saat itu telah ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Riau.
Gagasan pembangunan masjid ini muncul atas inisiatif Gubernur Riau kedua, Kaharudin Nasution, untuk menyediakan fasilitas rumah ibadah yang representatif bagi umat Islam di pusat pemerintahan dan pusat kegiatan masyarakat.
Pembangunan masjid dimulai pada tahun 1963 dan selesai pada 1968 yang langsung diresmikan oleh Gubernur Arifin Ahmad sebagai salah satu masjid terbesar di Provinsi Riau.
Sejak awal berdirinya, bangunan ini mengalami beberapa tahap renovasi dan perluasan hingga mencapai bentuk megah yang terlihat saat ini.
Masjid An-Nur dikenal dengan desain arsitektur yang memadukan empat unsur budaya besar, yaitu Melayu, Arab, Turki, dan India.
Kombinasi ini memberi bangunan masjid identitas khas yang menonjol di tengah pusat kota.
Empat menara setinggi puluhan meter yang mengelilingi kubah utama turut memperkuat kesan monumental, sekaligus disebut memiliki kemiripan dengan Taj Mahal di India salah satu keajaiban dunia.
Bentang lahan tempat masjid ini berdiri mencapai sekitar 12,6 hektare, meliputi area sholat utama, pekarangan luas, taman, kolam air mancur, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Lokasi strategisnya di Jalan Hangtuah juga membuat Masjid An-Nur mudah diakses oleh masyarakat dan wisatawan.
Saat ini, Masjid Raya An-Nur berperan lebih dari sekadar tempat ibadah.
Selain digunakan untuk salat berjamaah, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan Islam, dan pembinaan umat.
Misalnya, selama bulan Ramadan, pengurus masjid menyelenggarakan berbagai program seperti takjil gratis, kajian agama, pesantren kilat untuk pelajar, serta bazar UMKM yang turut meramaikan suasana ibadah dan ruang sosial di lingkungan masjid.
Suasana lingkungan masjid juga kerap dimanfaatkan warga untuk aktivitas santai seperti berjalan kaki, berfoto, atau sekadar menikmati taman yang rindang.
Keindahan arsitektur dan nilai spiritualnya membuat Masjid An-Nur menjadi salah satu tujuan wisata religi populer di Pekanbaru.
- Simbol Kebanggaan dan Identitas Lokal
Sebagai salah satu masjid terbesar di Indonesia, Masjid Raya An-Nur mencerminkan semangat masyarakat Riau dalam memadukan tradisi Islam dengan budaya lokal Melayu.
Keberadaan bangunan ini tidak hanya memperkaya khazanah arsitektur religi di Tanah Air, tetapi juga memperkuat ikatan komunitas dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan dan sosial.
Dengan peran multifungsi dari rumah ibadah, pusat kegiatan komunitas, hingga ikon wisata religi Masjid Raya An-Nur terus menjadi kebanggaan yang hidup di tengah dinamika Kota Pekanbaru.





