Berita

Pascabanjir Kapalo Koto Pauh Robohkan Rumah, Warga Minta Alat Berat

×

Pascabanjir Kapalo Koto Pauh Robohkan Rumah, Warga Minta Alat Berat

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Kerusakan parah melanda Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, setelah kawasan tersebut pascabanjir bandang beberapa hari lalu.

Puluhan rumah warga dilaporkan rusak berat hingga ambruk, tak kuasa menahan derasnya hantaman arus Sungai Batang Kuranji yang meluap pascahujan lebat di wilayah hulu.

Di lokasi bencana, upaya pemulihan masih berlangsung lambat. Warga terlihat bahu-membahu melakukan gotong royong darurat, mengumpulkan batu dan pasir dari sungai.

Material tersebut digunakan sebagai penyangga sementara di sekitar fondasi rumah mereka, sebuah langkah antisipasi agar bangunan yang tersisa tidak sepenuhnya ambruk tergerus aliran sungai yang masih berarus kuat.

Baca Juga  Asa Nurselfiana, Seorang Ibu yang Tengah Perjuangkan Masa Depan Anak di Pengadilan Agama Pekanbaru

Melihat lambatnya proses penanganan, salah seorang warga Kapalo Koto, Rosmaini menyampaikan permohonan mendesak kepada pemerintah daerah untuk mempercepat upaya pemulihan, terutama normalisasi sungai.

Menurutnya, jumlah alat berat yang dikerahkan saat ini jauh dari memadai.

“Kemarin ada tiga alat berat yang bekerja, sekarang hanya satu. Kami sangat berharap pemerintah bisa menambah alat berat untuk normalisasi sungai dan membantu menyusun batu sebagai penyanggah rumah warga, agar tidak roboh,” keluh Rosmaini.

Keterbatasan alat berat dinilai warga menghambat penyelesaian normalisasi Sungai Batang Kuranji, padahal ancaman banjir susulan masih membayangi.

Baca Juga  Calendar of Event 2025 Kota Padang Resmi Diluncurkan di Penghujung Tahun

Rosmaini turut mengisahkan kengerian saat banjir bandang terjadi. Luapan air Sungai Batang Kuranji datang secara tiba-tiba dengan kekuatan yang tidak terduga, langsung menghantam permukiman.

“Sungainya meluap dan kami tidak menyangka arusnya begitu kuat sampai merusak rumah-rumah warga dan memutuskan Jembatan Gunung Nago,” katanya, menggambarkan betapa dahsyatnya bencana hidrometeorologi tersebut.

Dengan banyaknya kerusakan dan risiko ancaman susulan, warga berharap penanganan pascabencana di Kota Padang dapat dilakukan secara lebih cepat dan maksimal.

Tujuan utamanya adalah meminimalisir ancaman kerusakan lebih lanjut dan memungkinkan aktivitas masyarakat di Kapalo Koto kembali berjalan normal. (*)