Berita

Tokoh Masyarakat Sesalkan Kekerasaan Dubalang saat Pengamanan Kafe

×

Tokoh Masyarakat Sesalkan Kekerasaan Dubalang saat Pengamanan Kafe

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Tokoh masyarakat menyorot tajan saat keributan yang terjadi saat penertiban sebuah kafe di kawasan KM 19 Tanjung Aur, Rimbo Kaluang, Padang, Jumat lalu.

Manda, seorang tokoh masyarakat Rimbo Kaluang, menyayangkan tindakan keras oleh oknum Dubalang dan Satpol PP yang berujung pada laporan penganiayaan oleh pengelola kafe ke Polresta Padang.

Laporan kepolisian mencuat dengan tuduhan pengelola kafe menyerang petugas. Namun, Manda, berdasarkan informasi dari orang yang berada di lokasi, menyatakan laporan tersebut tidak akurat, melainkan tindakan pembelaan diri pengelola.

Manda menuturkan bahwa kafe tersebut memiliki lokasi yang tidak mencolok jauh dari pemukiman warga, dikelilingi pergudangan dan sawah, biasanya pengelola kafe dikenal sangat kooperatif dan ramah. Ia terkejut insiden keributan bisa terjadi.

Baca Juga  Wali Kota Fadly Amran dan Sestama BNPB Resmikan Pembangunan Huntap Mandiri di Kuranji

“Setelah dia menanyakan kenapa bisa terjadi, orang yang malam itu ada di tempat kejadian menerangkan, kalau pemancing ribut adalah dubalang, padahal pengelola kafe sudah bicara sopan dan mempersilahkan untuk duduk dulu dan bicara baik-baik,” jelas Manda, Kamis (11/12/2025).

Menurut kesaksian, Dubalang datang bersama Satpol PP dan langsung bertindak arogan.

Mereka disebut membentak dan memaki pengelola, menuntut kafe segera ditutup meskipun musik sedang mati, pengunjung belum ada, dan waktu belum menunjukkan pukul 24.00 WIB.

Fungsi Dubalang Dipertanyakan

Manda menyayangkan eskalasi konflik yang seharusnya bisa dihindari. Ia mengkritik peran Dubalang yang dinilai melampaui batas kewenangan.

“Semestinya dubalang bukan sebagai pengambil tindakan, tapi memberikan masukan dan nasehat serta saran pada pengelola. Kalau melakukan perlawanan, baru sampaikan kepada yang berwenang, bukan membentak dan langsung menyuruh tutup, hal ini sangat kita sesali,” tutur Manda.

Baca Juga  Sakit Hati, Pria di Kampar Bunuh Guru

Manda mendesak Wali Kota Padang untuk segera melakukan evaluasi mendalam terhadap peran Dubalang dan Satpol PP.

Ia mengingatkan bahwa Dubalang awalnya dibentuk untuk mengantisipasi tawuran dengan tugas pokok pendekatan di tingkat kelurahan.

“Satpol PP perlu melakukan pembinaan, bukan menjadikan dubalang sebagai alat sehingga lari dari tupoksi, dan menimbulkan rasa benci masyarakat, khususnya yang berusaha,” tambahnya.

Manda juga meminta pimpinan, termasuk Wali Kota, untuk tidak hanya menerima laporan sepihak dari anggota, melainkan melakukan cross-check mendalam terhadap lokasi usaha dan penyebab keributan sesungguhnya, demi menjaga kewibawaan pimpinan di mata masyarakat. (*)