Olahraga

Posisi Hendri Susilo di Semen Padang Terancam, Thomas Doll Masuk Radar Pengganti

×

Posisi Hendri Susilo di Semen Padang Terancam, Thomas Doll Masuk Radar Pengganti

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Posisi Hendri Susilo sebagai pelatih Semen Padang FC masih dalam situasi yang tidak menentu. Kini, nama Thomas Doll mulai mencuat sebagai salah satu kandidat kuat penggantinya.

Semen Padang memulai perjalanan mereka di BRI Liga 1 2024/25 dengan hasil yang kurang memuaskan. Tim berjuluk Laskar Kabau Sirah itu harus menelan kekalahan pada dua pertandingan awal.

Meski akhirnya berhasil meraih kemenangan perdana saat menghadapi PSS Sleman di pekan ketiga, hasil tersebut belum sepenuhnya menjamin posisi Hendri Susilo aman dari ancaman pemecatan.

Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, mengungkapkan bahwa pihak manajemen sudah menyiapkan daftar calon pelatih baru. Ia tidak menampik bahwa nama Thomas Doll termasuk dalam daftar tersebut.

Baca Juga  Andre Rosiade Umumkan Nil Maizar sebagai Pelatih Baru Semen Padang FC di Liga 2

“Daftar pelatih asing yang masuk ke manajemen sudah ada sekitar 20 orang. Tapi, belum ada keputusan final,” ujar Andre Rosiade.

“Kita masih menaruh kepercayaan pada coach Hendri (Susilo), namun tentu evaluasi tetap dilakukan,” katanya.

Thomas Doll, pelatih berpengalaman internasional, dalam dua musim terakhir menangani Persija Jakarta.

Namun, sebelum BRI Liga 1 2024/25 dimulai, kedua belah pihak memutuskan untuk berpisah.

Kemungkinan bagi Semen Padang untuk mendatangkan Thomas Doll cukup besar, mengingat pelatih asal Jerman ini belum kembali menangani klub lain.

Baca Juga  Semen Padang FC vs Bali United, Misi Kabau Sirah Ubah Sejarah di Stadion H. Agus Salim

Andre Rosiade sendiri menetapkan kriteria tinggi untuk pelatih Semen Padang yang baru.

Ia menginginkan pelatih yang mampu menghadirkan permainan menarik dan mengembalikan kepercayaan diri para pemain.

“Tentu kami mencari pelatih yang bisa meningkatkan kepercayaan diri pemain. Selain itu, pelatih harus memastikan pemain berani menguasai bola,” tambahnya.

“Dari segi kualitas, dengan regulasi 8 pemain asing, kami tidak kalah. Namun, bagaimana pelatih mampu meramu dan menyatukan tim akan sangat berpengaruh,” pungkasnya. (*)