Pekanbaru

Hari Ketiga, 303 Korban Meninggal dalam Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

×

Hari Ketiga, 303 Korban Meninggal dalam Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Memasuki hari ketiga pascabencana banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tercatat 303 jiwa meninggal dunia.

Upaya pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan di tengah kondisi medan yang sangat menantang.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto turun langsung memimpin koordinasi penanganan darurat bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan di lokasi terdampak.

“Data sementara korban meninggal di Sumut sudah 166 jiwa, 47 di Aceh dan 90 korban di Sumbar. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah karena masih banyak yang dilaporkan hilang dan belum ditemukan,” kata Suharyanto, Minggu (30/11/2025)

Baca Juga  Disnakertrans Pekanbaru Dilahap Jago Merah, Polisi Pastikan Penyebab Kebakaran

Suharyanto menjelaskan, fokus utama operasi saat ini meliputi pencarian korban hilang, evakuasi warga, pemulihan akses wilayah terisolir, serta pemenuhan kebutuhan dasar di pos-pos pengungsian.

Kerusakan parah pada infrastruktur memperlambat mobilisasi bantuan.

Sejumlah jalan nasional dan kabupaten putus tertimbun material longsor, sementara beberapa jembatan ambruk terseret arus banjir.

Kondisi ini membuat distribusi logistik harus dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter maupun pesawat.

Selain itu, alat berat terus dikerahkan untuk mempercepat pembersihan akses utama.

Petugas di lapangan bekerja ekstra di tengah cuaca yang masih tidak menentu demi mempercepat evakuasi dan pendistribusian bantuan.

Baca Juga  Inflasi Pekanbaru Tembus 5,21 Persen, Harga Emas dan Tarif Listrik Jadi Pemicu

Bantuan Presiden berupa genset, alat komunikasi, tenda keluarga, perahu karet, bahan pangan, serta kebutuhan dasar lain telah disalurkan secara bertahap ke titik-titik terdampak.

Untuk mengatasi padamnya listrik dan terputusnya jaringan komunikasi, BNPB juga memasang sistem komunikasi darurat berbasis satelit di sejumlah titik kritis.

Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat akan menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Evaluasi situasi dilakukan secara berkala untuk memastikan percepatan seluruh proses kedaruratan di tiga provinsi tersebut.