INGATLAH.COM – Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meninjau langsung lokasi banjir bandang dan longsor di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Keduanya hadir untuk memastikan percepatan penanganan bencana yang menerjang wilayah tersebut pada Kamis sore.
Di lokasi, mereka bergabung dengan tim gabungan dari Polda Sumbar, Polda Riau, TNI, Basarnas, dan relawan yang terus bekerja tanpa henti sejak awal kejadian.
Upaya pencarian dan evakuasi para korban masih menjadi fokus utama.
“Saya bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan ikut mengevakuasi dua korban yang ditemukan meninggal dunia di Salareh Aia,” kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Lubuk Basung.
Dua jenazah tersebut kemudian langsung dibawa ke posko identifikasi untuk proses lanjutan sesuai prosedur yang berlaku. Pemerintah memastikan semua korban tertangani secara terhormat.
Menteri menegaskan, operasi penyelamatan masih sangat krusial karena laporan warga menunjukkan masih ada anggota keluarga yang hilang.
“Seorang warga menyampaikan masih kehilangan satu orang adik, seorang anak, dan seorang keponakan,” ungkapnya.
Selain evakuasi, pemerintah juga menekankan pentingnya pemulihan psikologis korban.
Tim psikolog dari berbagai instansi tengah dipersiapkan untuk membantu warga yang mengalami trauma berat.
Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Agam masih terisolasi karena akses jalan tertutup material longsor.
Situasi ini menghambat distribusi bantuan yang sudah berdatangan dari berbagai daerah.
Untuk itu, alat berat terus dikerahkan ke titik-titik kritis guna membuka jalur vital. Pendistribusian logistik diharapkan segera pulih agar kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik.





