INGATLAH – Proses identifikasi korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar) terus berlanjut.
Berdasarkan pemutakhiran data yang dirilis Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar, Jumat (28/11) pagi, total korban meninggal dunia mencapai 22 orang, dengan 20 jenazah di antaranya telah berhasil diidentifikasi.
Sementara itu, upaya pencarian difokuskan untuk menemukan 10 orang yang masih dilaporkan hilang.
Plt Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sumbar, AKBP dr Faisal, melaporkan bahwa identifikasi dilakukan di berbagai posko, termasuk RS Bhayangkara dan RSUD dr. Rasyidin Padang, serta posko DVI di Polres Bukittinggi, Padang Pariaman, dan Pasaman Barat.
“Dari total 22 korban meninggal dunia, 20 orang telah teridentifikasi (9 perempuan dan 11 laki-laki), sementara 2 orang masih belum teridentifikasi (1 perempuan dan 1 anak laki-laki) dan 5 orang korban dilaporkan masih menjalani perawatan,” ungkap AKBP dr Faisal.
Proses identifikasi dilakukan menggunakan berbagai metode forensik. Di Posko DVI RS Bhayangkara Padang, enam dari delapan jenazah berhasil diidentifikasi, sebagian besar melalui sidik jari, seperti korban atas nama Yerna Wilis (57), Selvi Marta Putri (20), dan Reki Saputra (38).
Sementara itu, identifikasi berdasarkan data sekunder (informasi dari keluarga) dilakukan untuk korban di Polresta Padang, termasuk Najwa Putri Andira (2,5 bulan) dan Mardalena (65 tahun), serta Roni Syaputra (42) dan Syamsul Kamaruddin (72) di RSUD dr. Rasyidin.
Pencarian 10 Korban Hilang Diintensifkan
Fokus utama operasi saat ini adalah menemukan 10 korban yang masih hilang. Mayoritas korban hilang (sembilan orang, termasuk anak-anak) tercatat berada di wilayah Jorong Toboh, Malalak Timur, Kabupaten Agam.
AKBP dr Faisal menambahkan bahwa delapan korban meninggal di Malalak Timur telah teridentifikasi seluruhnya melalui data sekunder.
Sementara di Padang Pariaman, satu orang atas nama Evi Yulia Susanti (52) masih dilaporkan hilang.
Tim DVI Polda Sumbar, bersama Basarnas, dan BPBD, terus berupaya maksimal menyelesaikan proses identifikasi dan memberikan kepastian kepada keluarga korban yang menunggu. (*)





