INGATLAH – Warga Kota Padang menghadapi krisis air bersih setelah pasokan dari jaringan Perumda Air Minum (Perumda AM) terhenti total selama dua hari.
Situasi ini dipicu oleh hujan deras berkepanjangan sejak Jumat (21/11) yang merusak infrastruktur vital milik perusahaan daerah tersebut.
Kekurangan air bersih mulai dirasakan sejak Selasa. Yanti warga Air Dingin mengungkapkan kesulitan yang dialaminya.
“Air kami mati sejak Selasa kemarin,” ungkap Yanti, Rabu (26/11).
Warga terpaksa mencari solusi darurat untuk memenuhi kebutuhan harian. Lia warga Lubuk Minturun, menceritakan cara warga bertahan.
“Terpaksa menampung air hujan untuk kebutuhan di rumah, seperti mandi dan lain-lainnya,” sebutnya.
Bencana Hidrometeorologi Rusak Infrastruktur
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan bahwa bencana hidrometeorologi yang sama, yang juga menyebabkan banjir bandang, longsor, dan pohon tumbang, turut merusak infrastruktur air.
“Iya, ada delapan intake Perumda AM yang rusak,” jelas Hendri Zulviton.
Hendri menjelaskan bahwa kerusakan delapan intake tersebut berdampak masif, menyebabkan sekitar 100.000 pelanggan di Kota Padang kehilangan akses terhadap air bersih.
Dalam situasi darurat ini, upaya pemulihan tengah dikebut.
“Saat ini pihak Perumda AM sedang mengupayakan agar pasokan air ke rumah-rumah kembali normal,” tambah Kalaksa BPBD Padang.
Masyarakat diimbau bersabar sambil menunggu proses perbaikan selesai. (*)





