INGATLAH – Bencana banjir meluas melanda sebagian wilayah Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (24/11).
Ketinggian air dilaporkan mencapai level kritis, memaksa warga di beberapa titik membutuhkan evakuasi segera.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, melaporkan bahwa Kantor SAR Padang telah mengaktifkan Operasi SAR Bencana Banjir menyusul laporan yang diterima pada pukul 17.15 WIB dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Sumatera Barat.
Banjir yang dimulai sejak pagi hari, sekitar pukul 07.00 WIB, terus meningkat hingga sore hari.
Debit air di beberapa lokasi dilaporkan sangat mengkhawatirkan, berkisar antara 40 sentimeter hingga 1,5 meter.
“Pada pukul 17.15 WIB, kami menerima laporan bahwa warga di beberapa lokasi sangat membutuhkan evakuasi mendesak karena dampak banjir yang terus membesar,” ujar Abdul Malik.
Salah satu lokasi prioritas penanganan adalah Perumahan Puri Ketaping, yang berada di Kabupaten Padang Pariaman.
Lokasi ini menjadi titik awal pengerahan tim karena tingkat urgensi evakuasi yang tinggi. LKP Puri Ketaping diperkirakan berada pada koordinat 0°46’9.42″S-100°16’35.83″E.
Respon Cepat SAR Padang Dihadang Hujan Badai
Menanggapi situasi darurat ini, Kantor SAR Kelas A Padang segera memberangkatkan satu tim Rescuer yang terdiri dari delapan personel pada pukul 17.28 WIB.
Dengan estimasi waktu tempuh darat sekitar 15 menit, tim diarahkan langsung ke Perumahan Puri Ketaping.
Operasi evakuasi ini didukung penuh oleh peralatan SAR Air, termasuk Truck Personel dan LCR (Perahu Karet).
Namun, upaya tim penyelamat berhadapan dengan faktor penghambat serius intensitas hujan yang semakin meningkat dan kondisi cuaca yang dilaporkan berupa hujan dan badai dengan kecepatan angin 5 knot.
Kondisi cuaca ekstrem ini meningkatkan risiko dan tantangan dalam proses evakuasi. Kantor SAR Padang saat ini terus memantau perkembangan dan bersiaga penuh untuk mengevakuasi korban yang terdampak di Kota Padang maupun Padang Pariaman. (*)





