Berita

Hotel Pusako Bukittinggi Akan Ditutup Sementara untuk Renovasi Total, Naik Bintang Lima?

×

Hotel Pusako Bukittinggi Akan Ditutup Sementara untuk Renovasi Total, Naik Bintang Lima?

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Manajemen perhotelan PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) mengumumkan rencana penutupan sementara operasional salah satu aset pentingnya, Hotel Pusako Bukittinggi, efektif mulai 1 Januari 2026.

Langkah ini diambil untuk melakukan renovasi menyeluruh yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan dan menjamin keselamatan para tamu.

Menurut Seandy Khusen, Corporate Secretary PSK, proses revitalisasi akan segera dimulai, meskipun durasi pasti renovasi baru akan ditetapkan setelah selesainya kajian teknis secara mendalam.

Sehubungan dengan penghentian operasional ini, PSKT saat ini sedang mengkaji ulang kebutuhan tenaga kerja di unit Hotel Pusako.

Seandy Khusen tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian jumlah karyawan sejalan dengan kebutuhan operasional pasca-renovasi dan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Perusahaan menjamin akan melakukan komunikasi dan evaluasi terhadap karyawan yang terdampak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Berbagai opsi yang ditawarkan meliputi penempatan di unit lain (relocation), cuti sementara, atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan pemberian hak normatif.

Baca Juga  Remaja 17 Tahun Hanyut di Sungai Siak Saat Berenang, Tim SAR Lakukan Pencarian

Keputusan penutupan sementara ini, yang didasarkan pada risalah rapat direksi tanggal 10 November 2025 dan disetujui melalui keputusan sirkuler dewan komisaris pada 11 November 2025, diperkirakan tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja konsolidasi perseroan.

“Hotel Pusako Bukittinggi berkontribusi sekitar 7% dari total pendapatan dan 2% terhadap total aset PSKT berdasarkan laporan konsolidasi kuartal III-2025. Dampak terhadap kinerja konsolidasi PSKT diperkirakan tidak material,” jelas Seandy.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun Hotel Pusako diistirahatkan sementara, kegiatan operasional hotel-hotel lain yang berada di bawah jaringan PSKT akan tetap berjalan normal.

Tekanan Laba di Tengah Tren Pendapatan yang Menurun

Keputusan strategis ini muncul di tengah kondisi finansial PSKT yang mencatatkan penurunan pendapatan.

Hingga akhir kuartal ketiga tahun 2025, pendapatan konsolidasi PSKT tercatat sebesar Rp 37,69 miliar, mengalami penurunan sebesar 4,16% secara tahunan (year-on-year / YoY).

Penurunan ini terutama disebabkan oleh mayoritas pos pendapatan inti yang melemah.

  • Pendapatan kamar turun 3,60% YoY menjadi Rp 33,43 miliar.
  • Pendapatan makanan dan minuman anjlok 36,20% YoY menjadi Rp 1,59 miliar.
Baca Juga  Polres Dumai Pastikan Anggotanya Meninggal Bukan Karena Kekerasan atau Narkoba

Meski demikian, terdapat beberapa pos pendapatan yang mengalami lonjakan signifikan, khususnya pendapatan service management yang melesat 281,46% YoY menjadi Rp 822,37 juta.

Namun, peningkatan beban umum dan administrasi sebesar 10,29% YoY menjadi Rp 26,46 miliar turut menekan kinerja.

Alhasil, PSKT mencatatkan kerugian operasional sebesar Rp 7,81 miliar, jauh meningkat dari kerugian Rp 5,08 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Setelah memperhitungkan kerugian selisih kurs bersih yang membengkak 400,28% YoY dan penurunan pendapatan bunga, rugi bersih perseroan tercatat sebesar Rp 7,96 miliar per akhir September 2025, naik 43,23% dari kerugian Rp 5,55 miliar pada periode sebelumnya.

“Penutupan sementara Hotel Pusako ini diharapkan menjadi pijakan bagi PSKT untuk kembali kompetitif dengan aset yang lebih prima untuk jangka panjang,” tutup Seandy. (*)