INGATLAH – Pengguna jalan utama penghubung Padang-Solok mengalami cobaan berat sejak Minggu malam (9/11/2025) hingga Senin pagi (10/11/2025).
Arus lalu lintas di kawasan ekstrem Panorama Dua, Kelok S, Sitinjau Lauik, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, mengalami kemacetan parah yang mengular hingga sekitar empat kilometer.
Kemacetan panjang ini disebabkan oleh insiden ganda: sebuah truk yang terguling dan satu unit mobil yang mogok persis di jalur menanjak yang dikenal curam dan berkelok tersebut.
Menanggapi situasi darurat ini, lebih dari 15 personel gabungan dari kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi sejak Minggu malam untuk mengurai kekacauan.
AKP Riwal Maulidinata, Kasat Lantas Polresta Padang, membenarkan pengerahan personel tersebut.
“Kami sudah menurunkan personel dari Satlantas Polresta Padang yang dibantu anggota Polsek Lubuk Kilangan dan tim Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Sumbar untuk mengurai kemacetan,” ujar AKP Riwal dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/11/2025).
Evakuasi Berlangsung Lambat
Medan jalan Sitinjau Lauik yang ekstrem dan rawan membuat proses penanganan menjadi sangat sulit dan memakan waktu.
Hingga Senin pagi, evakuasi terhadap truk yang terguling masih berlangsung, menyebabkan terhambatnya mobilisasi kendaraan roda empat ke atas.
AKP Riwal menjelaskan, petugas di lapangan terus berkoordinasi intensif dengan pemilik truk guna mempercepat proses pengangkatan kendaraan.
Langkah ini diharapkan segera memulihkan kelancaran arus lalu lintas yang terhenti total bagi kendaraan besar.
“Hingga pagi ini, evakuasi masih berlangsung. Kami berupaya agar jalur segera kembali normal dan tidak terjadi penumpukan kendaraan di lokasi,” tambahnya.
Saat artikel ini diturunkan, hanya kendaraan roda dua yang dilaporkan dapat melintas di area tersebut, sementara kendaraan roda empat atau lebih masih terjebak dalam antrean panjang.
Situasi lalu lintas di Sitinjau Lauik memang kerap terkendala oleh gangguan kendaraan tunggal, mengingat karakteristik jalannya yang menantang dan dikenal sebagai salah satu titik rawan kemacetan di Kota Padang. (*)





