INGATLAH – Kota Padang diguyur serangkaian insiden pohon tumbangi yang terjadi di dua lokasi berbeda, Minggu (9/11).
Pohon tumbang tersebut disebabkan oleh faktor eksternal seperti tertabrak truk dan faktor cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, melaporkan bahwa tim rescue BPBD bergerak cepat ke lokasi untuk membersihkan dan menormalisasi dampak kejadian.
Insiden pertama terjadi di Jalan Raya Padang Indarung, Kelurahan Banda Buek, Kecamatan Lubuk Kilangan, sekitar pukul 08.40 WIB.
Pohon jenis Trembesi dengan panjang sekitar 15 meter dan diameter 40 cm tumbang dan langsung menimpa kabel Telkom. Tumbangnya pohon ini menyebabkan akses jalan utama menjadi terganggu.
“Tumbangnya pohon Trembesi ini tidak disebabkan oleh cuaca, melainkan karena dihantam oleh mobil truk yang melintas,” kata Hendri lewat laporannya.
Tim Rescue BPBD Kota Padang segera turun ke lokasi untuk memotong dan mengevakuasi batang pohon agar lalu lintas dapat kembali normal. Laporan terakhir menyatakan pengerjaan pembersihan telah selesai.
Berselang kurang dari satu jam, insiden pohon tumbang kedua terjadi di Jalan Thamrin Dalam 9A, Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Padang Selatan, sekitar pukul 09.30 WIB.
Pohon Alpukat berukuran besar, dengan panjang sekitar 15 meter dan diameter 50 cm, tumbang menimpa atap rumah warga.
“Pohon tumbang ini disebabkan oleh hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Padang sehari sebelumnya, Sabtu (8/11),” kata Hendri lagi.
Rumah yang tertimpa adalah milik Suryani Anwar (55). Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, kerugian material diperkirakan mencapai Rp5.000.000 akibat kerusakan pada bagian rumah.
Penanganan insiden kedua ini melibatkan tim gabungan yang lebih besar, terdiri dari BPBD Kota Padang, Satlinmas Pol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Perangkat Nagari, hingga relawan seperti Dubalang Kota dan Srikandi.
Kepala Pelaksana BPBD, Hendri Zulviton menyatakan bahwa kedua insiden pohon tumbang tersebut telah selesai ditangani oleh tim di lapangan.
“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap pohon besar di sekitar permukiman, terutama saat cuaca ekstrem,” tutup Hendri. (*)





