Berita

Banjir Rob Landa Padang, Permukiman Ulak Karang Utara Terendam

×

Banjir Rob Landa Padang, Permukiman Ulak Karang Utara Terendam

Sebarkan artikel ini
Warga Ulak Karang Utara tengah melewati banjir rob yang melanda daerahnya malam hari. (Foto: Istimewa)

INGATLAH – Sebagian wilayah pesisir di Sumatera Barat (Sumbar) salah satunya di kota Padang menjadi malam hari yang sulit bagi sebagian warga yang hendak aktivitas keluar rumah dikarenakan genangan air laut, Jumat (7/11).

Fenomena banjir rob, atau genangan air laut akibat pasang, kembali merendam sejumlah lokasi. Salah satunya di Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara.

Kejadian ini terjadi seiring dengan peringatan dini yang telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur terkait potensi pasang maksimum dan ancaman gelombang tinggi di wilayah perairan Sumbar.

Berdasarkan pengamatan Ingatlah.com di lapangan, air laut mulai merayap naik dan memasuki kawasan Kelurahan Ulak Karang Utara, sekitar pukul 19.00 WIB.

Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah Komplek Wisma Indah I.

Ketinggian air di kompleks tersebut dilaporkan bervariasi, berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Sampaikan Duka Mendalam atas Kecelakaan Bus ALS di Padang Panjang

Genangan ini tak hanya menutupi jalan utama, tetapi juga mulai merambah ke area permukiman warga, mengganggu aktivitas malam hari.

Seorang warga di lokasi, Yuke (38), mengungkapkan bahwa banjir rob ini sudah terjadi secara berturut-turut.

“Air mulai naik sekitar pukul tujuh malam dan belum surut sampai lewat jam delapan,” katanya.

Kombinasi Angin Kencang dan Pasang Laut sebagai Pemicu Utama

Sementara itu, kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu memberikan penjelasan resmi terkait penyebab fenomena yang mengganggu ini.

Menurutnya, banjir rob diakibatkan oleh kombinasi kompleks antara gelombang tinggi, kecepatan angin kencang, dan fase pasang maksimum air laut yang telah berlangsung sejak 5 November.

“Hempasan gelombang laut akibat angin kencang menjadi pemicu utama masuknya air ke daratan pesisir. Kondisi ini diperparah oleh pasang laut yang masih berlangsung,” jelas Sahat Jumat malam, menegaskan bahwa faktor cuaca ekstrem menjadi kunci masuknya air ke daratan.

Baca Juga  Perumda AM Kota Padang Dituntut Berikan Pelayanan Maksimal

Meskipun Sahat memperkirakan intensitas pasang laut akan berangsur menurun setelah tanggal 7 November, ia tetap mengingatkan bahwa potensi kejadian banjir rob masih perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.

BMKG juga menerbitkan peringatan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi dan angin kencang yang berpotensi terjadi, terutama pada sore hingga malam hari, di beberapa daerah kunci di Sumbar.

Wilayah yang diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan antara lain Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Painan, dan Kota Padang sendiri.

Peringatan dini ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir Sumbar dalam menghadapi potensi dampak lanjutan dari gelombang tinggi dan banjir rob dalam beberapa hari ke depan. (*)