INGATLAH – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap dua nelayan yang hilang kontak di perairan Tiku, Kabupaten Agam, berakhir dengan kabar gembira.
Kedua nelayan, Buduik (60) dan Kundue (40), berhasil ditemukan dalam keadaan selamat Jumat (7/11) pagi, sekitar 30 jam setelah kapal mereka diterpa badai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, melaporkan bahwa penemuan ini terjadi berkat kerja keras Tim SAR gabungan di hari kedua operasi.
Kedua korban sebelumnya dilaporkan hilang kontak sejak Kamis (6/11) pukul 04.00 WIB setelah melaut.
Kapal nelayan mereka, WA dilaporkan diterjang angin badai dua kali sekitar pukul 11.00 WIB hari itu.
Proses pencarian hari kedua dimulai pukul 07.30 WIB dengan membagi tim gabungan menjadi tiga sektor pencarian yang mencakup area seluas 46 mil laut persegi (NM²).
“Pukul 10.13 WIB, kedua survivor atas nama Buduik dan Kundue berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan selamat,” ujar Abdul Malik melalui laporannya.
Mereka ditemukan di koordinat 0°37’39.12″S-100° 0’55.05″E yang berjarak sekitar 14,7 mil dari lokasi perkiraan kejadian (LKP).
Penemuan yang cukup jauh ini mengindikasikan bahwa kapal mereka terombang-ambing cukup lama oleh arus dan badai.
Pencarian Melibatkan Puluhan Personel dan RIB
Operasi SAR ini melibatkan total 77 personel dari berbagai unsur, termasuk Kantor SAR Padang dan Pos SAR Pasaman, BPBD Kabupaten Padang Pariaman, TNI, Polri, serta didukung penuh oleh Perangkat Nagari, masyarakat, dan nelayan setempat.
Tim gabungan mengerahkan berbagai Alat Utama (Alut), termasuk dua unit Kapal Cepat (RIB 02 dan RIB 03), LCR, perahu nelayan, serta peralatan canggih seperti Drone dan Aqua Eye untuk menyisir area pencarian di tengah tantangan gelombang laut setinggi 1.25 hingga 2.5 meter.
Proses evakuasi kedua nelayan dari tengah laut ke Posko berhasil diselesaikan pada pukul 12.15 WIB, dan keduanya langsung dibawa kembali ke rumah masing-masing di Batang Gasan untuk pemulihan.
“Pada pukul 14.05 WIB, setelah debriefing (evaluasi), kami usulkan penutupan Operasi SAR. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang terlibat atas dedikasi dan kerja kerasnya,” tutup Abdul Malik.
Keselamatan Buduik dan Kundue menjadi kabar baik bagi keluarga dan masyarakat Batang Gasan, menunjukkan efektivitas sinergi tim SAR dan masyarakat dalam menghadapi bencana maritim. (*)





