INGATLAH – Kisah romansa paling ikonis di sinema Indonesia, Rangga dan Cinta dari film legendaris Ada Apa dengan Cinta? (AADC) awal 2000-an, kini kembali ke layar lebar dalam format baru Film Musikal.
Berjudul Rangga & Cinta, produksi terbaru ini menempatkan musik sebagai inti utama penceritaan, membawa dimensi emosi yang mendalam bagi para penonton generasi baru.
Dibintangi oleh El Putra Sarira dan Leya Princy, film ini memanfaatkan kemampuan vokal mereka sebagai daya tarik utama.
Setiap lagu yang dilantunkan bertindak sebagai narator, mengilustrasikan berbagai perasaan karakter, mulai dari kerinduan yang mendalam, kehangatan, hingga dinamika tarik-ulur dalam hubungan romansa yang kompleks.
Nostalgia Modern: Peran Penting Melly Goeslaw dan Anto Hoed
Dibalik kesyahduan dan sentuhan modern soundtrack Rangga & Cinta, terdapat peran sentral dari duo legendaris, Melly Goeslaw dan Anto Hoed.
Pasangan musisi ini bertanggung jawab mengaransemen ulang lagu-lagu ikonis AADC untuk disesuaikan dengan selera dan tren musik generasi masa kini.
“Ketika mempersembahkan Rangga & Cinta yang baru, kami tidak menghilangkan DNA dari musik AADC. Lagu dan liriknya sudah melekat di hati para penonton, jadi kami memastikan esensi aslinya juga tetap terjaga dalam versi musikal,” ujar Melly Goeslaw.
Anto Hoed menambahkan bahwa proses kreatif mereka selalu beranjak dari emosi karakter.
“Ketika kami mengaransemen ulang musiknya, kami selalu berangkat dari emosi yang digambarkan. Perjalanan Rangga dan Cinta dipenuhi oleh ketegangan, kerinduan, dan kehangatan—dan itulah yang kami coba tangkap di setiap lantunannya,” ujar Anto Hoed.
Kerja keras mereka menghasilkan lagu-lagu baru dan versi terbaru lagu ikonik seperti “Suara Hati Seorang Kekasih” (duet El dan Leya), “Bimbang”, dan “Kubahagia”, yang terbukti sukses besar dengan masuk dalam tangga lagu Daily Viral Songs Indonesia.
Spotify Menjadi Jembatan Emosi
Platform digital turut menjadi bagian penting dalam menyebarkan resonansi emosional film ini.
Spotify membawa kisah kasih Rangga & Cinta lebih dekat dengan para pendengar melalui playlist khusus berjudul “Rangga & Cinta: On Aux”.
Playlist ini dikurasi langsung oleh Leya dan El. Di dalamnya, pendengar dapat menemukan perpaduan lagu klasik dan baru yang mendefinisikan karakter mereka.Dunia Cinta tercermin melalui “Usia 17” (Potret) dan “Saturday Night Divas” (Spice Girls).
- Sisi Rangga tergambar dalam “Benci untuk Mencinta” (Naif) dan “Sempurna” (Andra and the Backbone).
Playlist ini juga menyertakan lagu tema film, “Rangga & Cinta” yang dibawakan oleh Eva Celia dan Bilal Indrajaya.
Lagu-lagu pilihan ini tak hanya referensi bagi penonton, tetapi juga membantu para pemeran menghayati karakter mereka secara otentik.
Melalui sinergi antara nostalgia, aransemen modern, dan distribusi digital, kisah cinta legendaris ini beresonansi kembali, menghadirkan hiburan yang menyatukan generasi lewat alunan musik. (*)





