INGATLAH – Pertarungan klasik Eropa di pekan keempat Liga Champions UEFA (2025-2026) berakhir dramatis, dengan Liverpool berhasil menundukkan Real Madrid dengan skor tipis 1-0 di Stadion Anfield, Kamis dini hari 5/11) WIB.
Gol tunggal dari gelandang Argentina, Alexis Mac Allister menit 61, menjadi penentu kemenangan krusial bagi The Reds.
Hasil ini membuat Liverpoolmelompat ke peringkat enam klasemen sementara Liga Champions dengan mengumpulkan sembilan poin, memaksa Real Madrid turun satu strip ke posisi kelima, meskipun juga mengantongi sembilan poin.
Pertandingan yang dipimpin oleh pelatih Liverpool, Arne Slot, dan pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, berlangsung sengit dan bertempo tinggi sejak menit awal.
Meskipun Madrid yang mencoba mengambil inisiatif serangan lebih dulu, pertahanan rapat Liverpool di bawah komando Virgil van Dijk mampu meredam gempuran Kylian Mbappe dan kawan-kawan.
Drama VAR dan Peluang Emas yang Gagal
Tuan rumah sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh Alexis Mac Allister pada menit ke-10.
Peluang emas lainnya tercipta pada menit ke-27 ketika Florian Wirtz mengirim umpan matang, namun sepakan Dominik Szoboszlai berhasil dihalau dengan gemilang oleh kiper Thibaut Courtois.
Kontroversi sempat mewarnai babak pertama. Liverpool menuntut penalti setelah bola sepakan Szoboszlai mengenai tangan Aurelien Tchouameni di kotak terlarang.
“Wasit sempat meninjau VAR, namun memutuskan tidak ada pelanggaran karena posisi tangan Tchouameni dianggap natural,” demikian bunyi laporan di lapangan.
Skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum, meskipun kedua tim terus bergantian mengancam melalui percobaan dari Szoboszlai dan Jude Bellingham.
Gol Penentu dari Skema Bola Mati
Memasuki babak kedua, Liverpooltampil lebih dominan dan berani mengambil risiko. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-61.
Gol ini lahir dari skema tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi oleh Szoboszlai. Alexis Mac Allister, yang berhasil lepas dari kawalan, menyambut bola dengan tandukan keras ke sudut kiri atas gawang.
Courtois tak berdaya menjangkau bola tersebut, dan skor berubah 1-0.
Menariknya, gol ini tercipta dari skema bola mati, taktik yang sukses diadaptasi oleh tim Arne Slot dan kerap menjadi andalan di liga domestik.
Tertinggal, Real Madrid meningkatkan intensitas serangan, dengan Xabi Alonso memasukkan pemain ofensif seperti Rodrygo dan Trent Alexander-Arnold.
Masuknya Trent Alexander-Arnold di menit ke-81 justru menimbulkan drama lain; suporter Liverpool menyiulinya setiap kali ia memegang bola, menyusul kepindahannya ke Madrid pada musim panas sebelumnya.
Meskipun terus menekan hingga akhir, Real Madrid tetap kesulitan menembus pertahanan kokoh The Reds.
Hingga peluit akhir berbunyi, skor 1-0 bertahan, mengamankan tiga poin penting bagi Liverpool.
Pada pekan selanjutnya, Liverpool akan menjamu PSV Eindhoven, sementara Real Madrid melawat ke markas Olympiacos. (*)





