Berita

SKK Migas Sumbagut Ajak Media Sumbar Samakan Persepsi Peran Strategis Hulu

×

SKK Migas Sumbagut Ajak Media Sumbar Samakan Persepsi Peran Strategis Hulu

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi () Perwakilan Sumatera Bagian Utara () bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama () PT Rizki Bukit Barisan (), Texcal Mahato Inc., dan PT Bumi Siak Pusako () menggelar acara Energy Meet Up di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (4/11/2025).

Acara yang dihadiri perwakilan media massa di Sumatera Barat ini bertujuan ganda, mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan lebih dekat industri hulu migas untuk menyamakan persepsi mengenai peran vital sektor ini bagi pembangunan nasional dan daerah.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi Perwakilan , Yanin Kholison, menekankan bahwa industri hulu migas bukan hanya sekadar penyedia energi, tetapi juga motor penggerak ekonomi.

Baca Juga  Susi Pudjiastuti Bangga Pamerkan Cucunya di Hari Pernikahan Nadine Kaiser

“Industri hulu migas bukan sekadar tentang energi. Lebih dari itu, migas menggerakkan ekonomi daerah dan memberi efek berganda atau multiplier effect yang luas bagi pembangunan,” ujarnya.

Kontribusi Triliunan dan Dana Bagi Hasil

Secara nasional, Yanin mencatat bahwa kontribusi sektor hulu migas terhadap penerimaan negara sangat signifikan.

Tercatat sejak hingga , sektor ini telah menyumbang lebih dari Rp5.045 triliun kepada negara, menjadikannya penyumbang terbesar kedua setelah sektor pajak.

Kontribusi tidak hanya sebatas fiskal. Sektor ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kapasitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (), serta pasokan gas bumi untuk kebutuhan listrik .

Manfaat ini diwujudkan melalui penyaluran Dana Bagi Hasil () Migas.

Baca Juga  Seleksi Sekda Sumbar Memasuki Tahap Berikutnya, Ini Daftar 15 Nama Lolos Administrasi

Di Sumatera Barat sendiri, alokasi Migas tahun (berdasarkan data Kementerian Keuangan) disalurkan ke Kabupaten Lima Puluh Kota (Rp12,821 miliar), Kabupaten Sijunjung (Rp12,483 miliar), dan Kabupaten Pasaman (Rp337 juta), yang digunakan untuk membiayai infrastruktur dan layanan publik.

“Migas adalah milik bangsa, dan hasilnya harus memberi kesejahteraan sebesar-besarnya bagi rakyat. Melalui kerja sama dan komunikasi yang baik dengan media, kami ingin memastikan bahwa masyarakat memahami peran strategis sektor ini bagi pembangunan nasional dan daerah,” tegas Yanin.

Melalui kegiatan Energy Meet Up, berharap kolaborasi dengan media massa dapat semakin erat, sehingga informasi mengenai kegiatan industri hulu migas tersampaikan secara objektif, edukatif, dan bermanfaat bagi publik. (*)