INGATLAH – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Kota Padang tidak menyurutkan tekad Walikota Fadly Amran untuk terus menjalankan program kerja strategis demi kemajuan daerah.
Walikota Padang bertekad bahwa revitalisasi kawasan vital harus tetap menjadi prioritas utama pada tahun 2026.
Rencana kerja yang akan direalisasikan mencakup revitalisasi di sejumlah titik penting, terutama kawasan pinggir Pantai Padang dan pembenahan menyeluruh di Pasar Raya.
“Revitalisasi itu menjadi prioritas utama,” kata Fadly Amran, Minggu (2/11).
Fadly Amran menegaskan bahwa keterbatasan dan efisiensi anggaran tidak boleh menghalangi upaya Pemko Padang untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
Oleh karena itu, revitalisasi di dua kawasan strategis (pantai dan pasar raya) akan tetap dilanjutkan di tahun 2026.
Konektivitas Tiga Kawasan Destinasi
Wali Kota memiliki visi untuk menciptakan konektivitas yang mulus antara tiga kawasan penting di pusat kota. Ia berencana agar Pantai Padang, Kota Tua, dan Pasar Raya dapat saling terhubung.
“Saya ingin nantinya mereka (wisatawan) berjalan dengan nyaman di ketiga titik itu,” harap Fadly Amran.
Integrasi tiga kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman wisatawan dan menggerakkan roda ekonomi lokal secara terpadu.
Kebangkitan Ekonomi Rakyat di Pasar Raya
Revitalisasi Pasar Raya, termasuk pasar satelit lainnya, memang sudah ditetapkan sebagai program prioritas Pemko Padang untuk lima tahun ke depan.
Pemko telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) serta mengalokasikan anggaran untuk pembenahan fisik dan peningkatan fasilitas penunjang.
Revitalisasi ini tidak hanya fokus pada penataan fisik bangunan, tetapi juga pada upaya menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan bagi seluruh pedagang.
Walikota berkeinginan agar Pasar Raya kembali menjadi pusat ekonomi yang maju, tertata, dan membanggakan masyarakat Kota Padang.
Melalui sinergi pemerintah daerah dan dukungan pedagang, revitalisasi Pasar Raya diharapkan menjadi momentum kebangkitan perdagangan rakyat sekaligus penggerak perekonomian lokal yang berdaya saing. (*)





