INGATLAH.COM – Kota Sawahlunto, Sumatra Barat mencatat surplus beras sebesar 4.085,49 ton hasil produksi selama sembilan bulan pertama tahun 2025.
Surplus ini diprediksi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan, atau hingga Juni 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKP3) Sawahlunto, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa angka surplus ini diperoleh melalui perhitungan produksi beras, jumlah penduduk, serta konsumsi beras per kapita.
“Kebutuhan beras per kapita per bulan warga Sawahlunto adalah 6,12 kilogram untuk 69.695 jiwa. Dari produksi 7.992,72 ton, kebutuhan konsumsi tercatat 3.837,23 ton,” ujar Heni, Kamis (30/10/2025).
Sekretaris DKP3 Sawahlunto, Yunismartita, menambahkan, produksi gabah kering giling (GKG) selama sembilan bulan mencapai 13.683,45 ton.
Jika disetarakan menjadi beras, jumlahnya setara 7.992,72 ton.
Kecamatan Talawi dan Barangin menjadi kontributor terbesar produksi beras di Sawahlunto.
Data menunjukkan, Talawi menghasilkan 4.812,07 ton, Barangin 2.237,71 ton, Lembah Segar 481,94 ton, dan Silungkang 390,99 ton.
“Talawi dan Barangin sejak lama dikenal sebagai lumbung beras daerah ini,” terang Tita.
Surplus beras ini dicapai meski kota menghadapi musim kemarau pada April–September 2025, yang menyebabkan kekeringan di 144,60 hektar sawah.
Dari total tersebut, 92,95 hektar mengalami puso (gagal panen), 23,45 hektar rusak berat, 17,60 hektar rusak sedang, dan 10,60 hektar rusak ringan.
“Tetap ada surplus beras meski terjadi kekeringan. Musim tanam Oktober–Desember diperkirakan menambah panen sekitar 140 hektar sawah, sehingga mampu menutupi kekurangan akibat musim kemarau,” pungkas Tita.





