INGATALAH – Walikota Sawahlunto, Riyanda Putra, mendampingi pemilik dan perwakilan perusahaan tambang lokal meninjau langsung sejumlah ruangan dan prasarana di RSUD Sawahlunto yang akan direhabilitasi.
Proyek peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan ini didanai sepenuhnya melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).
Sebanyak empat entitas usaha, terdiri dari tiga perusahaan tambang yaitu PT. Miyor Prima Abadi, CV. BMK, dan PT. Dasrat Sarana Arang Sejati—serta satu perusahaan konstruksi, CV. Bintang Spartan, berkolaborasi menyalurkan dukungan konkret.
Bantuan CSR ini mencakup berbagai perbaikan penting, meliputi rehabilitasi ruang rawat inap kelas VIP, perbaikan plafon gedung, pembangunan gazebo sebagai fasilitas penunjang, serta pemasangan plang IGD yang baru.
Kontribusi spesifik dari masing-masing perusahaan adalah:
- PT. Miyor Prima Abadi: Merehabilitasi tiga ruang VIP.
- CV. BMK: Memperbaiki satu ruang VIP.
- PT. Dasrat Sarana Arang Sejati: Membantu pembangunan prasarana penunjang RSUD.
- CV. Bintang Spartan: Berkontribusi dalam perbaikan plafon bangunan utama.
Apresiasi untuk Investasi Sosial
Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan sektor swasta ini, khususnya dalam kepedulian terhadap mutu layanan kesehatan masyarakat.
“Kemitraan ini merupakan contoh konkret tanggung jawab sosial perusahaan yang diarahkan secara tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Peningkatan mutu layanan kesehatan di RSUD adalah investasi sosial yang sangat penting,” ujar Wali Kota Riyanda.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa kolaborasi dengan sektor tambang tidak hanya sebatas mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga esensial dalam memperkuat infrastruktur sosial yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Pemerintah Kota Sawahlunto berharap, model kolaborasi antara sektor usaha dan pelayanan publik ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi dunia usaha lain untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah. (*)





