Berita

Bahlil Lahadalia Tanggapi Meme Wajahnya: Saya Sudah Biasa Dihina Sejak Kecil

×

Bahlil Lahadalia Tanggapi Meme Wajahnya: Saya Sudah Biasa Dihina Sejak Kecil

Sebarkan artikel ini
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Foto: Antara Foto/Galih Pradipta)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Foto: Antara Foto/Galih Pradipta)

INGATLAH – Media sosial belakangan ini diramaikan oleh berbagai meme, baik berupa gambar maupun video, yang menampilkan wajah Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Menanggapi kehebohan ini, Bahlil memilih bersikap santai, bahkan memaafkan akun-akun yang menyebarkan konten tersebut.

Respons Bahlil ini muncul setelah dua organisasi sayap Partai Golkar, DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dan PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), berinisiatif mengambil langkah hukum.

AMPI bahkan telah mengadukan 30 akun medsos ke Bareskrim Polri pada Senin (20/10) atas dugaan pencemaran, sementara AMPG melakukan konsultasi pelaporan di Polda Metro Jaya pada hari yang sama.

Meskipun sayap partainya bereaksi, Bahlil menegaskan bahwa serangan pribadi melalui meme bukanlah hal yang baru baginya.

“Pertanyaannya adalah, bagaimana menurut pendapat saya, terkait dengan meme-meme, ataupun pemberitaan yang sesungguhnya berbeda dengan apa yang sesungguhnya terjadi. Saya jujur mengatakan begini, ya,” kata Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan, di kutip dari Detiknews.

Baca Juga  Bahlil Lahadalia Resmikan Kantor Golkar Sumbar, Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Bahlil kemudian berbagi kisah pribadinya yang bersentuhan dengan hinaan sejak usia dini.

“Kalau meme ke pribadi saya, yang sudah mengarah ke pribadi, saya itu memang sudah biasa dihina sejak masih kecil. Karena saya kan bukan anak pejabat, kan. Saya kan anak orang dari kampung,” ujar Bahlil.

“Ibu saya kan memang hanya buruh cuci di rumah orang. Ayah saya buruh bangunan. Jadi hinaan itu terjadi sejak saya SD, masih kecil,” tambahnya.

Bahlil Minta Laporan Dihentikan dan Tegaskan Sikap Anti-Intervensi

Tak hanya bersikap lapang dada, mantan Ketum Hipmi itu menyatakan telah memaafkan para penyebar meme.

“Dan saya pikir ya, kalau ada yang meme-meme apa, sudahlah, saya maafkanlah. Nggak apa-apa kok,” kata Bahlil.

Ia hanya memberikan satu catatan penting: kritik terhadap kebijakan dipersilakan, asalkan tidak menyentuh ranah pribadi yang bernuansa rasis.

“Sebenarnya, kalau kritis kebijakan, itu nggak apa-apa. Tapi kalau sudah pribadi, sudah mengarahi rasis, itu menurut saya nggak baguslah,” ujarnya.

Baca Juga  Dirlantas Polda Sumbar: Perlu Langkah Nyata Kurangi 29 Titik Blackspot di 2026

Lebih lanjut, Bahlil menyinggung pihak-pihak yang mencoba mengotak-atik kebijakan negara.

“Tetapi, saya tidak mau ada pihak-pihak yang mencoba untuk mendorong keinginannya untuk mengintervensi kebijakan negara. Ini saya tidak mau,” imbuhnya.

Menyikapi inisiatif sayap partainya, Bahlil telah meminta Sekjen Golkar, M. Sarmuji, untuk mengarahkan AMPI dan AMPG agar tidak melanjutkan pelaporan tersebut.

“Saya nanti kasih tahu sama Sekjen. Pastilah mereka juga kan manusia ya. Jadi ya itu pasti ada rasa spontanitas ya. Tapi nanti saya akan minta udah setop. Apa lagi kalau sudah ada yang minta maaf, kan,” kata Bahlil.

“Jadi insyaallah saya akan memanggil adik-adik saya itu, organisasi, untuk udah. Sudah minta maaf, udah-lah, maafkan. Jangan kita memperpanjang lagi,” sambungnya.

Sebelumnya, Sekjen Golkar, M. Sarmuji, juga telah menegaskan bahwa langkah pelaporan tersebut merupakan inisiatif spontan dan tidak ada arahan dari partai. (*)