RiauIndragiri Hulu

Selamat Dari Serangan Harimau, Petani Inhu Menderita Luka Bagian Kaki

×

Selamat Dari Serangan Harimau, Petani Inhu Menderita Luka Bagian Kaki

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Seorang petani, Butet (27), menjadi korban serangan dua ekor harimau Sumatera di Dusun Nunusan, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Senin, 30 Oktober 2025.

Butet menerima serangan di lutut kaki kanan dan kaki kiri saat memanen damar di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh itu.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB ini mengejutkan warga setempat dan menjadi perhatian serius pihak konservasi, mengingat lokasi kejadian berada di zona tradisional taman nasional, yang merupakan habitat alami harimau Sumatera.

Kabid Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Ujang Holisudin menyebutkan saat itu Butet tengah memanen damar di kawasan Sungai Balam, tak jauh dari pemukiman Dusun Nunusan.

Aktivitas tersebut memang lazim dilakukan masyarakat setempat yang masih bergantung pada hasil hutan bukan kayu.

“Butet sebenarnya sempat mendengar suara-suara khas yang biasa ditandai sebagai keberadaan harimau, namun karena sudah terbiasa, ia mengabaikannya,” jelas Ujang Holisudin, Rabu, 22 Oktober 2025.

Baca Juga  Polres Bengkalis Tetapkan Lansia 76 Tahun Tersangka Dugaan Garap Hutan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil

Tanpa diduga, dua ekor harimau Sumatera muncul dari balik semak. Seekor harimau dewasa langsung menerkam pergelangan kaki kiri korban, sementara seekor anak harimau menyerang lutut kanannya.

Diduga kuat, serangan ini merupakan bagian dari perilaku pengajaran berburu dari induk kepada anaknya.

“Butet memperkirakan induk harimau sedang melatih anaknya berburu. Karena itu, serangan dilakukan bersamaan,” tambah Ujang.

Dalam kondisi luka dan ketakutan, Butet memukul wajah anak harimau dengan tangan kosong hingga hewan itu terpental.

Tindakan tersebut mengejutkan induknya, yang lantas melepaskan cengkeraman dan menjauh.

“Butet mengatakan kepada kami, saat melihat anak harimau terpental, induknya langsung mundur. Itu kesempatan bagi Butet untuk melarikan diri,” jelasnya.

Setelah berhasil lolos, Butet berjalan kaki sejauh hampir 3 kilometer menuju Dusun Nunusan dalam kondisi luka dan lemas. Ia tiba di dusun sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung diantar warga ke Desa Rantau Langsat.

Baca Juga  Ultimatum 15 Hari! Warga Inhu Desak Polisi Tangkap Dalang Penyerangan di PT SBP

Korban dibawa ke Puskesmas Seberida, kemudian dirujuk ke RSUD Indrasari Rengat dan mendapatkan perawatan intensif.

Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau segera berkoordinasi dengan pihak Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh sebagai pemangku kawasan.

Tim gabungan langsung mengunjungi korban dan keluarganya untuk memberikan dukungan serta edukasi terkait mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar kawasan taman nasional. Harimau Sumatera adalah satwa yang sangat sensitif terhadap gangguan di wilayahnya, apalagi jika sedang bersama anaknya,” tegas Ujang

KSDA Riau juga merencanakan pemasangan kamera jebak (camera trap) dan patroli intensif di sekitar lokasi kejadian untuk memantau pergerakan harimau dan memastikan keselamatan warga.