Pekanbaru

Motif Masih Diselidiki, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

×

Motif Masih Diselidiki, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Hasil penyidikan sementara menunjukkan bahwa pelaku AD alias Dika diduga melakukan penganiayaan karena emosi sesaat.

Dalam pengakuannya kepada penyidik, Dika menyebutkan bahwa saat kejadian, korban sedang sakit dan meminta tolong dibelikan obat.

Namun, entah karena kesalahpahaman atau amarah yang tidak terkendali, pelaku justru melampiaskan kekerasan.

“Motifnya masih kita dalami. Pengakuan pelaku masih berubah-ubah, dan kita juga menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban secara medis,” terang Kompol Viola Dwi Anggreni.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk pakaian korban, selimut, dan ponsel milik keduanya yang diduga menyimpan percakapan terakhir sebelum peristiwa maut itu terjadi.

Baca Juga  Pria Paruh Baya Ditangkap di Bathin Solapan, Polisi Sita 6 Paket Sabu

Barang bukti tersebut kini diperiksa di laboratorium forensik.

Sementara itu, jasad Aqila Khanza Habiya telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan visum luar dan autopsi. Hasil autopsi diharapkan bisa memperjelas penyebab pasti kematian korban, apakah murni akibat kekerasan fisik atau faktor lain.

“Kami bekerja secara profesional dan hati-hati. Ini menyangkut anak di bawah umur, jadi semua proses hukum kita pastikan sesuai prosedur,” tegas Kapolsek.

Pelaku kini mendekam di tahanan Polsek Limapuluh dan dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga  Kedai Kopi Kim Teng, Warisan Legenda di Pekanbaru dengan Aroma Sejarah Kemerdekaan

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap perempuan dan anak yang berujung maut di Riau.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melapor bila melihat tanda-tanda kekerasan dalam hubungan pribadi.

Keluarga korban berharap pelaku mendapat hukuman setimpal dan kematian Aqila menjadi pelajaran berharga agar tidak ada lagi remaja yang kehilangan nyawa akibat cinta yang salah arah.