INGATLAH.COM – Striker PSPS Pekanbaru, Ilham Fathoni, mengungkapkan rasa kecewanya setelah timnya gagal mengamankan tiga poin penuh di kandang sendiri usai ditahan Sumsel United dengan skor 1-1, Sabtu (18/10/2025).
Meski bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama, Ilham menegaskan bahwa seluruh skuad Askar Bertuah telah berjuang maksimal hingga menit akhir pertandingan.
“Meski kita bermain 10 orang sejak babak pertama, kami tetap berjuang dan tidak menyerah,” katanya.
“Kami ingin menang, tapi mungkin hari ini belum rezekinya. Dalam sepak bola, keberuntungan juga punya peran,” ujar Ilham.
Penyerang asal Riau itu juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada rekan-rekan satu tim yang tampil penuh semangat di depan ribuan suporter setia.
“Kami semua sudah berusaha memberikan yang terbaik. Semoga di laga berikutnya PSPS bisa tampil lebih baik dan meraih tiga poin,” tuturnya penuh optimisme.
PSPS akan berusaha bangkit di laga selanjutnya untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara Liga 2 serta menjaga asa lolos ke babak berikutnya.
Sebelumnya diberitakan, sempat unggul lebih dulu di babak pertama, PSPS Pekanbaru harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh Sumsel United.
Laga itu merupkan lanjutan kompetisi Liga 2 Indonesia 2025/2026 yang digelar di Stadion Kaharuddin Nasution, Sabtu (18/10/2025) sore.
Gol penyeimbang tim tamu dicetak oleh Muzakkar pada menit ke-87, memanfaatkan umpan matang Juninho Cabral.
PSPS sempat tampil menjanjikan di hadapan pendukung sendiri.
Tim berjuluk Askar Bertuah itu menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 lewat sepakan keras Asir Azis pada menit 45+1.
Gol cantik tersebut lahir saat PSPS harus bermain dengan 10 pemain setelah bek kiri mereka, Muhammad Rio Saputro, diganjar kartu merah di menit ke-34 akibat menyikut penyerang Sumsel United.
Meski kehilangan satu pemain, anak asuh Aji Santoso tetap menunjukkan disiplin tinggi dan mampu mengancam lewat serangan balik cepat.
Proses gol Asir bermula dari aksi Jakhongir Kurbonboev di lini tengah yang memberikan umpan kepada Cristian Alex Da Silva Santos.
Tanpa pikir panjang, Cristian mengirimkan bola ke Asir yang melepaskan tembakan mendatar menembus gawang Panggih Triatmojo.
Di sisi lain, laga ini juga menampilkan duel menarik antar kapten tim Achmad Faris dari PSPS dan Hafit Ibrahim dari Sumsel United.
Faris tampil garang menjaga pertahanan tuan rumah, sementara Hafit menjadi motor pengatur ritme permainan tim tamu dari lini tengah.
Sejak menit awal, Aji Santoso menurunkan formasi terbaiknya dengan Muhammad Darmawan di bawah mistar, disokong barisan belakang Achmad Faris Ardiansyah, Alfin Tuasalamony, Irsan Rahman Lestaluhu, dan Muhammad Rio Saputro.
Lini tengah ditempati Kurbonboev, M. Rafly I Selang, Nugroho Santoso, serta Yudhi Adytia Pratama, sedangkan duet Asir dan Cristian Alex menjadi tumpuan di lini depan.
Dari kubu tamu, Sumsel United menurunkan formasi ofensif dengan Panggih Triatmojo di bawah mistar, diapit barisan belakang Fernando Barbosa Ferreira, Irwanto Bajo, Kurniawan, dan Muchlishin Aziz Hutagalung.
Hafit Ibrahim berduet dengan Diego Dalloca, Mohamad Syahril Afrizal, dan Bayu Gatra Sanggiawan di lini tengah, sementara duet Juninho Cabral dan Tomi Darmawan jadi ujung tombak serangan.
Babak pertama berlangsung keras dan ketat. Sumsel United lebih unggul dalam penguasaan bola, namun PSPS tampil efisien memanfaatkan transisi cepat.
Duel antara Hafit dan Kurbonboev di lini tengah menjadi pusat perhatian karena keduanya tampil ngotot menguasai jalannya laga.
Memasuki babak kedua, tekanan Sumsel United semakin intens.
Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil di menit ke-87 ketika umpan silang Juninho berhasil dituntaskan Muzakkar dengan sundulan tajam, membuat skor imbang 1-1 dan menutup harapan PSPS untuk meraih tiga poin penuh di kandang.
Hasil ini membuat PSPS harus menelan kekecewaan, sementara Sumsel United pulang dengan satu poin berharga dari Pekanbaru.(*)





