Berita

Kerugian Kebakaran di Pasar Gadang Capai Rp2 Miliar, 70 Jiwa Terdampak

×

Kerugian Kebakaran di Pasar Gadang Capai Rp2 Miliar, 70 Jiwa Terdampak

Sebarkan artikel ini
Kobaran api melahap belasan rumah warga di Pasar Gadang, Padang Selatan, Kamis (9/10/2025). (ist)
Kobaran api melahap belasan rumah warga di Pasar Gadang, Padang Selatan, Kamis (9/10/2025). (ist)

Kebakaran hebat yang melanda permukiman padat di Jalan Pemancungan, Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Kamis (9/10/2025), menghanguskan 14 unit rumah warga.

Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp2 miliar.

Kepala Bidang Operasional Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, mengungkapkan, api diduga berasal dari pembakaran sampah yang merembet ke permukiman warga.

“Unit kami langsung bergerak pukul 10.52 WIB dan tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian. Petugas segera melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas,” kata Rinaldi kepada topsatu.com, Kamis.

Proses pemadaman sempat terkendala karena lokasi kejadian berada di permukiman padat dengan akses jalan sempit, sehingga mobil pemadam sulit menjangkau titik api.

Baca Juga  Polresta Pekanbaru Periksa 6 Saksi dan Rekaman CCTV Terkait Kematian Pasien RSJ Tampan

Namun, berkat kerja sama tim, bantuan warga, serta dukungan unsur TNI, Polri, Satpol PP, PLN, dan PMI, api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke area lain.

Berdasarkan data sementara, 14 kepala keluarga atau sekitar 70 jiwa terdampak dalam kebakaran tersebut.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, kerugian materiel mencapai sekitar Rp2 miliar.

“Total rumah yang terbakar ada 14 unit dengan luas area sekitar 900 meter persegi. Area berpotensi terdampak mencapai 1.500 meter persegi,” jelas Rinaldi.

Baca Juga  Mahyeldi Ajak Kelompok Wanita Tani Sungai Tarab Manfaatkan Potensi Ekonomi Desa

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengerahkan 15 unit armada dan sekitar 120 personel dalam operasi pemadaman.

Salah satu saksi mata, Gusmawati (44), warga setempat, mengaku melihat api pertama kali muncul dari area pembakaran sampah.
“Begitu lihat api menjalar ke dinding rumah, saya langsung hubungi petugas damkar,” ujarnya.

Rinaldi menambahkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di kawasan padat penduduk.

“Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua. Percikan kecil saja bisa menimbulkan kebakaran besar,” tutur Rinaldi.