Pekanbaru

BNN Provinsi Riau Musnahkan 6,1 Kilogram Sabu dan Ratusan Ektasi Hasil Tangkapan Dua Bulan Terakhir 

×

BNN Provinsi Riau Musnahkan 6,1 Kilogram Sabu dan Ratusan Ektasi Hasil Tangkapan Dua Bulan Terakhir 

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Badan Narkoba Nasional (BNN) Provinsi Riau memusnahkan sebanyak 6.129.45 gram sabu dan 970 butir pil ekstasi, Selasa (7/10/2025).

Barang bukti itu merupakan hasil tangkapan BNN semenjak periode Agustus hingga September 2025.

Pemusnahan dipimpin Kepala BNN Riau, Brigjen Pol. Christ Reinhard Pusung, bersama Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Didie Tri Haryadi, dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.

Barang bukti tersebut dimusnahkan dengan mobil incinerator yang memiliki panas tinggi dan seluruh barang bukti yang dimusnahkan telah mendapatkan ketetapan dari kejaksaan.

Baca Juga  PSPS Diminta Waspada Ancaman Garudayaksa yang Diperkuat Eks Liga Satu

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Riau, Kombes Pol Charles Panuju Sinaga mengatakan barang bukti yang diamankan merupakan tangkapan dari empat tersangka berinisial RA, MR, ZA dan FA yang berperan sebagai kurir.

“Empat tersangka ini diamankan dari beberapa pengungkapan Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Kemudian dua lokasi di Dumai dan terakhir di Bengkalis,” kata Charles.

“Mereka diupah antara Rp15 juta sampai Rp20 juta,” tambah Charles.

Dari hasil penyelidikan, diketahui barang haram itu dikendalikan oleh seorang narapidana berinisial DI yang tengah mendekam di Lapas Tanjung Gusta, Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga  Begini Kronologi Penemuan Mayat Bayi Mengapung di Parit Tuah Madani Pekanbaru

Menurutnya, DI mengirim sabu dan pil ekstasi melalui perantara kepada tersangka FA di sekitar Stadion Teladan, Kota Medan, dengan janji imbalan sebesar Rp10 juta.

Menurut Charles, para tersangka ada yang merupakan jaringan internasional antar negara.

“Ada jaringan dari Malaysia masuk melalui Dumai tetapi lagi kita kembangkan lagi kemana saja narkotika ini diedarkan, masih terus kami dalami” tutupnya.