Liga IndonesiaBeritaOlahraga

Hingga Pekan ke-7, Riyandi Jadi Kiper Paling Sibuk dengan 30 Saves

×

Hingga Pekan ke-7, Riyandi Jadi Kiper Paling Sibuk dengan 30 Saves

Sebarkan artikel ini
Muhammad Riyandi, Kiper Persis Solo.
Muhammad Riyandi, Kiper Persis Solo.

INGATLAH.COM – Hingga pekan ketujuh BRI Super League 2025/26, kiper Persis Solo, Muhamad Riyandi, menegaskan statusnya sebagai salah satu penjaga gawang paling tangguh.

Ia tercatat melakukan 30 penyelamatan, terbanyak dibanding kiper lain sejauh ini.

Performa Riyandi tidak lepas dari refleks cepat serta keberaniannya dalam menghadapi situasi satu lawan satu.

Berkat keunggulan tersebut, banyak peluang lawan berakhir sia-sia di depan gawang Persis Solo.

Di posisi kedua, terdapat Mike Hauptmeijer dari Bali United FC dengan 27 penyelamatan.

Kiper asal Belanda ini dikenal solid, bukan hanya dalam menghalau serangan, tetapi juga dalam distribusi bola yang rapi.

Sementara itu, Nadeo Arga Winata (Borneo FC Samarinda) membukukan 26 penyelamatan.

Baca Juga  Begini Kronologi Lengkap Kecelakaan Minibus Terjun ke Danau Singkarak

Dengan pengalaman tampil di level internasional, Nadeo tampil lebih tenang dalam mengantisipasi tekanan.

Dua kiper muda juga menempati posisi penting di lima besar, yakni Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta) dan Ernando Ari Sutaryadi (Persebaya Surabaya). Keduanya sama-sama mengoleksi 22 penyelamatan.

Gaya bermain mereka cukup berbeda: Cahya lebih agresif dalam menguasai area kotak penalti, sedangkan Ernando mengandalkan kemampuan membaca posisi.

Di jajaran kiper asing, persaingan juga tidak kalah menarik.

Sonny Stevens (Dewa United Banten FC) dan Igor Rodrigues (Persita Tangerang) masing-masing mencatat 21 penyelamatan.

Stevens mengandalkan postur tinggi untuk menutup ruang, sementara Igor unggul dalam membaca arah bola.

Baca Juga  Segini Harga TBS Sawit Mitra Swadaya di Riau Pekan Ini

Selain itu, Aldo Monteiro (PSBS Biak) dan Miswar Saputra (Madura United FC) sama-sama memiliki 20 penyelamatan, membuktikan kontribusi penting meski belum masuk tiga besar.

Melengkapi daftar sepuluh besar, Muhammad Adi Satryo (Arema FC) mencatat 18 penyelamatan.

Usianya yang masih muda memberi peluang besar untuk terus berkembang dan bersaing di papan atas daftar penyelamatan musim ini.

Persaingan di bawah mistar BRI Super League 2025/26 kian menarik. Meski Riyandi memimpin dengan keunggulan tipis, Hauptmeijer dan Nadeo siap menempel ketat.

Dengan musim yang masih panjang, konsistensi akan menjadi kunci bagi siapa pun yang ingin dikenang sebagai tembok kokoh sepanjang musim.