PADANG – Sebuah kecelakaan laut terjadi di perairan Karang Gabuo, belakang Kampus Universitas Bung Hatta, Kota Padang, pada Selasa malam (20/8).
Laporan kecelakaan itu diterima oleh Padang Command Center (PCC) 112 pada pukul 21:19 WIB, yang kemudian segera diteruskan ke L3 BPBD Kota Padang untuk tindakan lebih lanjut.
Laporan awal menyebutkan seorang nelayan dilaporkan hilang saat sedang mencari ikan di perairan Pantai Padang, Kelurahan Ulak Karang Utara Barat, Kecamatan Padang Utara.
Berdasarkan informasi yang diberikan oleh seorang warga kepada PCC 112, insiden tersebut melibatkan kapal nelayan bernama Saba Mananti yang mengangkut 13 orang nelayan.
Kapal tersebut mengalami kecelakaan setelah menabrak karang, menyebabkan jaring kapal tersangkut dan mengakibatkan salah satu nelayan hilang.
Sebanyak 12 nelayan berhasil diselamatkan, namun satu orang nelayan masih dalam pencarian.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Al Banna, menjelaskan bahwa korban yang hilang adalah Yandri Aldi, seorang pria berusia 40 tahun yang berdomisili di Jalan Bahari 1, RT 01 RW 03, Kelurahan Ulak Karang Selatan, Kecamatan Padang Utara.
“Berdasarkan laporan masyarakat setempat, korban diduga terbawa arus bersama jaring yang tersangkut di karang tersebut,” ujar Al Banna.
Menindaklanjuti laporan ini, seluruh Tim Kebencanaan di Kota Padang langsung dikerahkan untuk membantu pencarian korban.
Tim SAR gabungan segera bergerak untuk melakukan operasi pencarian sejak laporan diterima.
Upaya pencarian tersebut juga dibantu oleh kapal-kapal nelayan lain dari masyarakat setempat yang turut serta dalam proses evakuasi.
Pencarian korban terus dilakukan hingga malam hari. Pada pukul 22.30 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan Yandri Aldi dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban ditemukan dalam kondisi Kode Hitam dan sudah dibawa ke rumah duka,” ungkap Al Banna.
Pihak BPBD Kota Padang mengimbau kepada masyarakat, terutama para nelayan, agar selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca serta perairan sebelum melakukan aktivitas di laut guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.(*)





