INGATLAH.COM – Sebuah video yang menunjukkan penembakan terhadap seseorang yang diduga sebagai pelaku perselingkuhan tersebar di media sosial.
Video tersebut, yang salah satunya diunggah di akun Facebook bernama Tojeng Karaeng, telah menarik perhatian banyak orang.
Dalam keterangan unggahan yang terlihat pada Senin, 19 Agustus 2024, tertulis, “Berani selingkuh, berani tanggung resiko.”
Di dalam video itu, terlihat dua orang, seorang pria dan seorang wanita, berada dalam kondisi tanpa busana.
Mereka berdekatan, dengan salah satu dari mereka memegang bantal. Pasangan tersebut diinterogasi oleh seorang pria yang kemudian menembakkan senjata api laras pendek ke arah pria tersebut.
Tembakan tersebut langsung mengenai dada pria itu, diikuti oleh beberapa tembakan lagi yang ditembakkan bertubi-tubi.
Tak lama kemudian, darah mulai mengalir deras dari dada pria yang diduga sebagai pelaku perselingkuhan tersebut. Sementara itu, wanita dalam video tersebut tidak ditembak.
Menanggapi penyebaran video ini, Dandim 1311/Morowali, Letkol Inf Alzaki, memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan insiden yang terjadi di Bahodopi, Sulawesi Tengah.
Dalam pernyataannya, Letkol Inf Alzaki menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam dan memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi di wilayah Bahodopi atau di area kerja Kodim 1311/Morowali.
“Kami telah memeriksa informasi ini dengan cermat dan tidak ada laporan atau kejadian seperti yang disebutkan. Berita tersebut tidak berdasar dan merupakan informasi yang menyesatkan,” ujar Letkol Inf Alzaki dilansir Bantarapos.com.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, pihaknya menemukan bahwa video serupa telah diberitakan oleh media asing, dengan kemungkinan besar peristiwa tersebut terjadi di negara lain yang memiliki masalah besar terkait peredaran narkoba, bukan di Indonesia.
“Dari informasi yang kami terima, video tersebut berasal dari negara lain yang memiliki masalah serius dengan peredaran narkoba, dan sama sekali tidak terjadi di Morowali, bahkan mungkin tidak di Indonesia,” tambah Letkol Inf Alzaki.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita yang sumbernya belum jelas dan tidak menyebarkan informasi yang bisa menimbulkan keresahan.
“Saya mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jika ada yang meragukan, sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang,” tambahnya.
Letkol Inf Alzaki juga menegaskan bahwa TNI di wilayah Morowali selalu siap bekerja sama dengan masyarakat dalam menjaga lingkungan yang sehat dan kondusif, sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan wilayah sejak dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta, di mana seluruh elemen masyarakat turut berperan dalam pemberdayaan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya.
Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Kodim 1311/Morowali akan terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya serta memastikan setiap informasi yang beredar diklarifikasi dengan benar dan berdasarkan fakta. (*)





