INGATLAH.COM – Gerakan gotong royong (goro) dengan slogan ”Panampuang Goro Badunsanak” yang dicanangkan pada 10 Maret 2024 terus hidup di tengah masyarakat Nagari Panampuang.
Inisiatif yang digagas pemerintah nagari bersama kelompok Anak Nagari Panampuang ini awalnya dimulai untuk membersihkan kampung jelang Ramadhan, namun kini menjadi agenda rutin.
Semangat Goro yang Tetap Terjaga
Wali Nagari Panampuang, Etriwarmon, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini. Meskipun jadwalnya disesuaikan dengan kondisi, ia memastikan goro terlaksana setidaknya sekali setiap bulan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini tetap terpelihara hingga sekarang. Walaupun jadwalnya menyesuaikan kondisi, namun masyarakat memastikan goro terlaksana minimal sekali setiap bulan,” ujar Etriwarmon.
Ia menambahkan, goro ini tidak hanya membersihkan lingkungan tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan.
“Kami memberi apresiasi tinggi karena goro ini berhasil memelihara semangat kebersamaan demi kemajuan dan kenyamanan nagari,” jelasnya.
Swadaya Murni dan Dukungan Penuh
Rahmat Iskandar, Koordinator Goro Badunsanak Nagari Panampuang, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud kepedulian bersama terhadap kampung halaman.
Goro ini dilakukan dengan swadaya murni dari masyarakat, baik yang tinggal di kampung maupun perantau, karena keterbatasan dana nagari.
“Kami tidak ingin kegiatan terbentur regulasi yang justru merugikan pemerintah nagari. Karena itu, semua keputusan dibicarakan matang bersama pemerintahan nagari,” tegas Rahmat.
Ketua KAN Panampuang, I Dt Taan Kabasaran, juga memberikan dukungan penuh. Menurutnya, goro badunsanak lebih dari sekadar kerja bakti.
“Melihat semangat kebersamaan ini, kami pun tidak tinggal diam. Kami hadir memberikan dukungan moril maupun materil. Suasana seramai ini terakhir terjadi di tahun 1980-an,” ungkapnya.
Gotong royong ini tidak hanya membersihkan jalan dan saluran air, tetapi juga digunakan untuk membuka jalan usaha tani.
Semangat kebersamaan yang terjalin diharapkan menjadi kunci kemajuan Nagari Panampuang di masa depan. (*)





