INGATLAH – Lucinta Luna dan Dinar Candy, dua figur publik yang dikenal dengan kontroversi masing-masing, kini terlihat akrab dalam sebuah podcast.
Namun, siapa sangka, di balik kebersamaan mereka saat ini, keduanya pernah terlibat perseteruan sengit di awal karier Lucinta Luna.
Momen saling sindir di media sosial itu kini diungkap kembali dalam podcast Dinar Candy, yang tayang di kanal YouTube pribadinya.
Momen Saling Tembak Soal Masa Lalu
“Aku sekarang tuh suka sama kamu, kayak vibes-nya positif,” kata saat Dinar Candy memuji Lucinta.
Lucinta tak ragu langsung menanggapi dengan pertanyaan menohok
“Tapi kenapa lu dulu lubangin gue waktu gue awal-awal ke dunia entertain?” tembaknya dengan nada meninggi.
Dinar yang sempat bingung dan tak mengingat momen itu, akhirnya teringat setelah Lucinta Luna membeberkan detailnya.
Lucinta menceritakan bagaimana Dinar pernah membuat konten yang diduga kuat menyindirnya. Salah satu video tersebut membahas cara membedakan perempuan asli dengan transpuan.
“Nih ada kontennya masih ada kalau masih ada di YouTube, ‘ciri-ciri ya sekarang tuh banyak ya transpuan yang mukanya mirip kayak cewek buktinya tuh Mike Lewis aja sampai ketipu sama Lucinta’,” ujar Lucinta menirukan ucapan Dinar Candy.
Ia juga menirukan Dinar yang membahas soal ciri fisik bahu yang besar untuk membedakan keduanya.
Balas Dendam dan Titik Balik di Balik Jeruji Besi
Dinar Candy akhirnya menyadari kesalahan ucapannya dan mengingat bahwa perseteruan mereka tak hanya satu arah.
“Dia juga pernah ngatain Bapak aku,” timpal Dinar.
Lucinta Luna pun mengakui hal itu. “Dari situ, aku balikin,” akunya, menjelaskan bahwa sindiran terhadap ayah Dinar adalah bentuk balas dendamnya karena merasa sakit hati.
Perseteruan mereka semakin memanas saat Lucinta Luna tersandung kasus narkoba pada tahun 2020.
Lucinta ditangkap dan harus mendekam di penjara. Alih-alih bersimpati, Dinar Candy jujur mengakui perasaannya.
“Terus kan tiba-tiba dia kena kasus masuk penjara, dalam hati gue (gembira),” aku Dinar sambil tertawa.
Setelah semua unek-unek terungkap, keduanya sepakat berdamai dan berpelukan. Lucinta menyebut bahwa masa-masa di penjara adalah titik balik baginya.
“Anggap itu penebusan dosa aku, dipenjara satu tahun udah kayak satu abad,” ujarnya.
Ia bahkan menceritakan fasilitas yang ada di sana, seperti kantin dan salon, yang membantunya untuk tetap merawat diri. (*)





