Pekanbaru

Sengketa Lahan di Desa Kepaujaya Tuntas, Dua Kelompok Tani Sepakat Damai

×

Sengketa Lahan di Desa Kepaujaya Tuntas, Dua Kelompok Tani Sepakat Damai

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Persoalan pengelolaan lahan di Desa Kepaujaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, akhirnya menemukan jalan keluar.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Jaksa Agung Muda Pidana Militer (Jampidmil) Kejaksaan Agung, Mayjen TNI M. Ali Ridho, dalam pertemuan dengan masyarakat, aparat, dan kelompok tani setempat pada Jumat (12/9/2025).

Kehadiran Jampidmil mewakili Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang turun langsung untuk menengahi perbedaan persepsi terkait status lahan di wilayah tersebut.

Setelah dilakukan pengecekan ulang di lapangan, akhirnya dicapai kesepakatan damai antara dua kelompok tani yang sempat berselisih.

“Dari hasil peninjauan, ada kawasan seluas 1.446 hektare yang berstatus kawasan hutan. Sedangkan 102 hektare lainnya merupakan APL (Areal Penggunaan Lain),” jelas Mayjen Ali Ridho.

Baca Juga  Beckham Putra Kenang Piala Dunia 2010, Jagokan Argentina Juara Lagi di Piala Dunia 2026

Ia merinci, lahan 1.446 hektare tersebut dikelola oleh Agrinas melalui kerja sama operasional (KSO) dengan Kelompok Tani Riau Jaya Makmur yang diketuai Wahyu Darmawan.

Sementara itu, lahan APL seluas 102 hektare dikelola oleh Kelompok Tani Kepaujaya Sukses Lestari di bawah pimpinan Soewito.

“Dulu status lahan ini belum jelas, makanya timbul permasalahan. Tapi setelah kita teliti kembali, sudah terang siapa yang berhak mengelola. Semua pihak juga sudah sepakat,” tambahnya.

Kesepakatan damai tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian bersama yang disaksikan Kapolsek Siak Hulu Kompol Hendra Setiawan, Danramil 06 Siak Hulu Kapten Y. Zebua, serta Kepala Desa Kepaujaya, Lisanor.

Baca Juga  SPMB 2026 Dikebut, Pemko Pekanbaru Targetkan Tak Ada Lagi Anak Putus Sekolah

Mayjen Ali menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar penyelesaian sengketa, tetapi juga komitmen untuk menjaga kerukunan masyarakat.

“Saya minta perjanjian ini sama-sama dihormati. Kehadiran Satgas PKH di sini tujuannya untuk kemakmuran rakyat, bukan hanya di Kepaujaya, tetapi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan sesama warga desa agar tidak lagi muncul konflik serupa.

“Warga di sini semua bersaudara. Tidak ada alasan lagi untuk berselisih. Setelah ini mari kita jaga kekompakan dan kebersamaan demi kebaikan bersama,” tutupnya.(*)