INGATLAH.COM – BMKG mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fenomena gerhana bulan total (blood moon) malam ini dengan aman dan bijak.
Berbeda dengan gerhana matahari yang membutuhkan alat pelindung khusus, gerhana bulan aman diamati dengan mata telanjang.
Namun, untuk pengalaman lebih baik, masyarakat bisa menyiapkan teropong, teleskop sederhana, atau kamera dengan tripod dan lensa tele.
“Pilih lokasi dengan langit terbuka, minim polusi cahaya, dan cek prakiraan cuaca setempat. Itu akan membuat pengalaman mengamati lebih maksimal,” kata BMKG dalam keterangannya.
BMKG juga menegaskan bahwa gerhana bulan tidak berhubungan dengan gempa bumi maupun bencana lain.
Klaim yang beredar di media sosial bahwa gerhana dapat memicu gempa dinyatakan keliru.
“Gempa di Indonesia umumnya dipicu oleh aktivitas tektonik dan vulkanik, bukan oleh gerhana bulan,” tegas BMKG.
Sejumlah stasiun BMKG di berbagai daerah bahkan membuka lokasi pengamatan publik dan menyediakan siaran langsung bagi masyarakat yang tidak bisa menyaksikan secara langsung karena cuaca.(*)





