Ingatlah – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Minangkabau mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang berpeluang disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Prakiraan ini berlaku untuk periode 1 hingga 3 September 2025.
Berdasarkan rilis BMKG pada Senin (1/9/2025) pukul 08.30 WIB, kondisi cuaca di Sumbar selama tiga hari ke depan didominasi awan tebal, hujan ringan hingga lebat, dengan kelembaban udara cukup tinggi, yakni 65–98%.
Suhu udara diperkirakan berkisar 18–34°C, dengan kecepatan angin 4–34 km/jam dari arah tenggara hingga barat laut.
Detail Prakiraan Harian
1 September 2025:
-
- Pagi: berawan, hujan ringan di Agam, Padangpariaman, Pariaman, dan Padang.
- Siang–sore: hujan sedang–lebat di Mentawai, Pasaman Barat, Tanahdatar, Padangpariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Limapuluh Kota, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya.
- Malam: hujan ringan di Mentawai, Agam, dan Dharmasraya.
2 September 2025:
-
- Pagi: berawan.
- Siang–sore: hujan sedang–lebat di Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padangpariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, Limapuluh Kota, Solok, Solok Selatan, Dharmasraya.
- Malam: hujan sedang–lebat di Mentawai, Pasaman, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya.
3 September 2025:
-
- Pagi: cerah berawan hingga berawan.
- Siang–sore: hujan sedang–lebat di Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padangpariaman, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok.
- Malam: hujan sedang–lebat di Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Limapuluh Kota, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya.
Imbauan BMKG
Kepala BMKG Kelas II Minangkabau, Deni Kurniawan, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa berdampak pada aktivitas harian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu siaga, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. Cuaca ekstrem bisa datang tiba-tiba, sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Deni.
Ia menambahkan, sektor transportasi darat, laut, maupun udara juga perlu memperhatikan prakiraan ini untuk mengantisipasi potensi gangguan perjalanan.
“Kami juga berharap pemerintah daerah dan BPBD terus bersinergi untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat perubahan cuaca ini,” sambungnya. (*)





