Olahraga

Matricardi Akui Tantangan Berat di Persib

×

Matricardi Akui Tantangan Berat di Persib

Sebarkan artikel ini

BANDUNG – Juara bertahan Persib Bandung memulai perjalanan di BRI Super League 2025/26 dengan performa yang naik turun.

Setelah menang atas Semen Padang FC di laga pembuka, Maung Bandung justru tumbang dari tim promosi Persijap Jepara.

Drama berlanjut kala menghadapi PSIM Yogyakarta, dua penalti gagal dieksekusi sehingga Persib harus puas berbagi poin 1-1.

Situasi ini memberikan gambaran bagi para pemain baru Persib, termasuk Patricio Matricardi, soal ketatnya persaingan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Bek asal Argentina itu mulai memahami karakter permainan sepak bola Indonesia yang menurutnya mengandalkan kecepatan dan banyak umpan panjang ke belakang pertahanan.

Baca Juga  Persaingan Zona Degradasi Liga 1 Memanas, Lima Tim Terancam Turun Kasta

“Liga Indonesia permainannya lebih cepat. Mereka banyak memainkan umpan panjang ke belakang. Banyak penyerang yang bagus dan kuat, dan saya harus langsung menghadapinya,” ujar pemain berusia 31 tahun itu.

Selain intensitas permainan, faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri.

Matricardi mengakui panasnya iklim Indonesia membuat adaptasi fisik semakin berat.

“Cuacanya sulit karena sangat panas, tapi ini juga jadi tantangan bagus,” tambah eks pemain Liga Rumania tersebut.

Meski begitu, Matricardi mengaku kerasan tinggal di Bandung.

Sambutan hangat dari suporter dan dukungan penuh dari lingkungan tim membuatnya merasa cepat beradaptasi.

Baca Juga  Persik Kediri Bidik Sapu Bersih Tiga Laga Kandang Februari Usai Tumbangkan Bali United

“Saya senang berada di sini, saya merasa nyaman. Orang-orang menerima saya dengan sangat baik, begitu juga tim. Itu penting bagi saya dan keluarga,” ungkapnya.

Bek kelahiran Florencio Varela itu juga perlahan mulai menemukan chemistry bersama tandemnya di lini belakang, Julio Cesar.

Ia menilai rekan duetnya asal Brasil itu tangguh dan komunikatif.

“Julio pemain yang sangat bagus. Kami punya komunikasi yang baik di lapangan, sering berdiskusi soal potensi bahaya dari lawan. Saya rasa kami melakukan pekerjaan dengan baik,” tutup Matricardi.(*)