Berita

Sepekan Pencarian Nihil, Operasi SAR Korban Hanyut di Batang Pasaman Dihentikan

×

Sepekan Pencarian Nihil, Operasi SAR Korban Hanyut di Batang Pasaman Dihentikan

Sebarkan artikel ini
Masyarakat menggotong tandu korban Aldi (25) warga limau puruik, Kecamatan Kinali dan korban Eman (35) warga Rao, masih dalam pencaharian. (arafat)
Masyarakat menggotong tandu korban Aldi (25) warga limau puruik, Kecamatan Kinali dan korban Eman (35) warga Rao, masih dalam pencaharian. (arafat)

INGATLAH – Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, operasi pencarian korban hanyut di Sungai Batang Pasaman resmi dihentikan pada Kamis (21/8/2025).

Korban bernama Eman (35), warga Rao, Kabupaten Pasaman, hingga kini belum juga ditemukan.

Koordinator Pos SAR Pasaman, Yurandi, menjelaskan bahwa upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan sejak Jumat (15/8) lalu.

Namun, karena tidak ada tanda-tanda keberadaan korban hingga hari ketujuh, operasi dihentikan sesuai kesepakatan bersama unsur terkait, keluarga korban, dan pemerintah nagari.

“Operasi SAR ditutup dengan pertimbangan korban belum ditemukan dan tidak ada tanda-tanda keberadaannya. Namun pemantauan tetap dilakukan. Operasi bisa dibuka kembali jika ada informasi atau tanda-tanda baru,” ujar Yurandi, Kamis sore.

Baca Juga  Kasus Rekaman Kasat Reskrim Pasaman, Perekam Sebut Audio Editan dan Bantah Keterlibatan Kodam

Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (14/8) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, korban bersama tiga rekannya mencoba menyeberangi Sungai Batang Pasaman. Tiba-tiba air bah datang dan menyeret mereka.

Dari empat orang, tiga di antaranya berhasil ditemukan: Asba (31) dan Reza (25) selamat, sementara Aldi (25) ditemukan meninggal dunia. Eman (35) hilang dan belum berhasil ditemukan hingga pencarian dihentikan.

Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Kantor SAR Padang melalui Pos SAR Pasaman Barat pada Jumat (15/8) sore.

Baca Juga  Spesialis Pencuri Peralatan Tower Telekomunikasi Ditangkap di Pesisir Selatan

Dalam operasi pencarian, tim SAR membagi empat regu dengan metode berbeda: penyisiran tepi sungai, scouting darat, rafting, hingga pencarian menggunakan perahu karet sejauh ±27,6 kilometer. Bahkan, pencarian juga melibatkan penggunaan drone.

Meski demikian, hingga Kamis (21/8) pukul 18.00 WIB, hasil pencarian masih nihil. Setelah evaluasi pada pukul 18.20 WIB, seluruh unsur gabungan termasuk TNI, Polri, relawan, serta masyarakat dipulangkan ke satuan masing-masing.

Kantor SAR Padang menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang telah membantu selama operasi.