INGATLAH.COM – Kisah mualaf menyempurnakan hidayah islam kali datang dari seorang perempuan kelahiran Pekanbaru tahun 1995.
Perempuan berusia 29 tahun itu bernama Sri Rahayu yang berprofesi sebagai Pramuniaga.
Ditanya soal alasan dan pengalamannya tentang islam Sri Rahayu dengan mata berkaca-kaca bercerita bahwa ia menemukan hidayah saat mennggunakan hijab.
“Sejak beberapa tahun ini saya tinggal bersama kakak angkat. Saat kakak pergi ke masjid dan pengajian saya selalu ikut,” katanya.
Setelah beberapa kali ikut, perlahan Sri Rahayu mengaku menemukan ketenangan.
“Saya merasa nyaman dan tenang. Melihat kakak menggunakan hijab saya coba-coba juga dan ternyata sejuk,” ungkapnya di Masjid Agung Annur Riau di Pekanbaru, Jumat (9/8/2024).
Tak puas hanya dengan berhijab, Sri Rahaya kemudian memberanikan diri ikut salat dan ia mengaku semakin menemukan ketenangan.
“Terima kasih, akhirnyas saya bisa masuk islam. Ini murni karena keinginan saya sendiri dan tak ada yang memaksa,” jelasnya.
Usai mendengar alasan itu, pengurus Mualaf Center Riau, Ustaz Rubianto membimbingnya membaca kalimat syahadat dan ikrar masuk islam.
Sri Rahayu dengan lancar membaca dua kalimat syahadat dan resmi memeluk agama Islam.
“Habis ini, jangan lupa mandi besar. Tetap Istiqomah dan teruslah belajar tentang salat, berwudhu,” pesan Rubianto.
“Tetaplah taat kepada kedua orang tua meski setelah ini berbeda agama karena mentaati orang tua wajib hukumnya. Kita boleh menolak jika disuruh kembali ke agama sebelumnya,” pesan ustaz Rubianto.(*)





