OlahragaBerita

42 Tahun Berdiri, Prabowo Setujui Renovasi Stadion H Agus Salim Padang

×

42 Tahun Berdiri, Prabowo Setujui Renovasi Stadion H Agus Salim Padang

Sebarkan artikel ini
Stadion H Agus Salim. (Dok. Foto Eriandi/Topsatu.com)
Stadion H Agus Salim. (Dok. Foto Eriandi/Topsatu.com)

INGATLAH – Rencana renovasi Stadion H Agus Salim (HAS) Padang semakin dekat menjadi kenyataan. Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan sinyal persetujuan untuk memperbaiki stadion yang telah berusia lebih dari empat dekade tersebut.

Stadion yang diresmikan Presiden Soeharto pada 23 Mei 1983 itu menjadi ikon olahraga di jantung Kota Padang. Seiring usia yang mencapai 42 tahun, kondisinya dinilai sudah layak untuk mendapat sentuhan pembaruan.

Sejak Selasa (12/8/2025), spanduk bertuliskan “Insya Allah Stadion GOR H Agus Salim Padang Akan Direnovasi Presiden Prabowo Subianto” terpampang di depan tribun utama, menandai langkah awal proses revitalisasi.

Baca Juga  Stadion H. Agus Salim Bakal Dilengkapi Vidiotron, Siap Digunakan saat Lawan Persib

Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Andre Rosiade, turut meninjau langsung kondisi stadion pada Selasa sore.

“Kita dapat info Bapak Andre akan meninjau stadion,” ujar Renol Fadhli, Direktur KSP selaku pengelola stadion.

Sebelumnya, tinjauan lapangan juga telah dilakukan oleh sejumlah pihak, termasuk Dinas PUPR dan BMKCTR Sumbar, serta pihak-pihak dari pemerintah pusat.

Renovasi ini diharapkan membawa stadion memenuhi standar nasional maupun internasional, sekaligus menjadi markas yang layak bagi Semen Padang FC, yang akan berlaga di Super League musim 2025/2026.

Baca Juga  SPFC Tetap Berkandang di Padang, Renovasi Stadion Ditunda

Proses perencanaan teknis sudah dimulai. Detail Engineering Design (DED) proyek ini, yang mencakup gambar teknis dan spesifikasi lengkap bangunan, telah dikerjakan oleh rekanan asal Pekanbaru. Saat ini, DED tersebut masih dalam tahap evaluasi dan revisi.

Jika renovasi dapat dimulai tahun ini atau tahun depan, publik Sumatera Barat akan menyaksikan perubahan signifikan pada stadion bersejarah ini—menjadikannya kembali sebagai kebanggaan olahraga Ranah Minang.