Berita

Padang Anggarkan Rp500 Juta untuk Perbaikan Infrastruktur dan Rambu Evakuasi

×

Padang Anggarkan Rp500 Juta untuk Perbaikan Infrastruktur dan Rambu Evakuasi

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Pemerintah Kota Padang serius meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.

Dalam rapat koordinasi kebencanaan, Selasa (24/6/2026), persoalan infrastruktur dan rambu-rambu evakuasi menjadi perhatian utama.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan bahwa infrastruktur tanggap bencana menjadi salah satu indikator dalam mewujudkan visi Kota Padang sebagai kota sehat.

Ia menegaskan bahwa Pemko telah menganggarkan dana sekitar Rp500 juta untuk mendukung simulasi kebencanaan sekaligus pembenahan infrastruktur evakuasi.

“Kita sudah menganggarkan Insyaallah di perubahan ini untuk memperbaiki infrastruktur dan melaksanakan simulasi. Nominalnya sekitar 500 jutaan untuk awal, dan jika diperlukan bisa disesuaikan,” ujar Fadly.

Menurutnya, jalur evakuasi yang memadai harus didukung oleh infrastruktur yang kuat. Tak hanya rambu-rambu, namun juga jalan dan jembatan yang mumpuni agar masyarakat dapat bergerak cepat saat situasi darurat terjadi.

Baca Juga  Hari Kesaktian Pancasila di Padang, Polisi Cilik Bikin Meriah Upacara

“Ketika ada rambu-rambu, tentu harus ada jalur yang bisa dilalui. Maka infrastruktur jalan dan jembatan pun harus diperhatikan. Ini bentuk evaluasi bersama agar saat simulasi atau kejadian nyata, masyarakat tahu harus ke mana,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton. Ia menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan perbaikan sarana dan prasarana kebencanaan, termasuk memperkuat early warning system (EWS), serta memastikan rambu-rambu evakuasi terpasang dengan baik di berbagai titik rawan.

“Yang jelas kita terus berbenah. Rambu-rambu diperbaiki, EWS-nya juga. Sistemnya sudah ada. Sekitar 700 rambu evakuasi telah tersebar di Kota Padang. Kita juga punya 25 safe zone dan tiga sel aktif sebagai bagian dari sistem perlindungan,” jelas Hendri.

Hendri menambahkan bahwa meski infrastruktur terus dibenahi, sosialisasi kepada masyarakat juga sangat penting, terlebih menjelang simulasi kebencanaan berskala besar yang direncanakan akan digelar dalam waktu dekat.

Baca Juga  Kapolda Riau Ajak Personel Renungkan Makna Hari Juang Polri 2024

“Kita ingin masyarakat tahu ini hanya simulasi. Kalau satu kota bergerak, bisa menimbulkan kepanikan. Maka perlu pemahaman dulu agar berjalan lancar dan sesuai harapan,” ungkapnya.

Kemudian, Danrem 032/WBR, Brigjen TNI Machfud Daeng Nyonri menekankan pentingnya edukasi menyeluruh kepada masyarakat terkait kondisi lingkungan yang rawan bencana.

“Lingkungan sekitar kita sangat rentan terhadap bencana. Masyarakat harus paham dan pemerintah harus bersinergi dalam memberi edukasi. Korem juga akan terus berjalan bersama pemerintah daerah,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini menjadi momen penting bagi Pemko Padang dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyamakan persepsi serta menyusun langkah-langkah konkret peningkatan kesiapsiagaan, utamanya dalam memperkuat infrastruktur pendukung evakuasi bencana. (*)