BeritaRokan Hilir

Polda Riau Periksa Pihak PT PHR Terkait Tewasnya Dua Balita di Kolam Limbah

×

Polda Riau Periksa Pihak PT PHR Terkait Tewasnya Dua Balita di Kolam Limbah

Sebarkan artikel ini
Dirreskrimum Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan.(ist)

INGATLAH – Kepolisian Daerah (Polda) Riau memeriksa dua perwakilan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terkait kasus tewasnya dua balita di kolam limbah perusahaan di Dusun Mekar Sari, Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir.

Kedua anak malang tersebut, FSH (4) dan FW (2), ditemukan meninggal dunia di dalam kolam limbah pada Selasa (22/4/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.

Pemeriksaan terhadap pihak perusahaan dilakukan pada Rabu (28/5/2025) sebagai bagian dari penyelidikan yang kini ditangani langsung oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan, membenarkan pemanggilan tersebut.

“Hari ini ada dua orang dari PT PHR yang kami periksa. Mereka adalah penanggung jawab dari lokasi kejadian,” ungkapnya saat ditemui di Mapolda Riau.

Penyelidikan aktif dimulai sejak Sabtu (24/5/2025). Penyidik Ditreskrimum telah turun ke lokasi untuk mengumpulkan bukti dan meninjau kondisi kolam limbah.

Baca Juga  Sambut Nataru di Jam Gadang Bukittinggi, Satpol PP Tertibkan Pedagang

Dugaan sementara mengarah pada kelalaian terhadap standar operasional prosedur (SOP).

“Kolam limbah itu seharusnya diperlakukan sesuai standar keamanan. Ada SOP yang wajib ditaati, termasuk pemasangan rambu peringatan, pengamanan fisik, dan pengawasan area. Semua itu akan kami telusuri untuk mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab,” tegas Kombes Asep.

Ia juga menjelaskan bahwa kolam limbah tersebut diduga merupakan fasilitas CMTF (Cuttings Mud Treatment Facility) yang seharusnya telah melalui proses pemisahan limbah padat dan cair serta injeksi limbah agar tak lagi beracun sebelum dibuang.

Sementara itu, PT PHR menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan kooperatif dalam memberikan keterangan yang dibutuhkan,” ujar Corporate Secretary PT PHR, Eviyanti Rofraida dalam pernyataan resminya.

Baca Juga  Pelaku Jambret Viral di Pekanbaru Ditangkap, Sudah Lima Kali Beraksi

Peristiwa memilukan ini terjadi ketika kedua balita bermain tanpa pengawasan. Saat itu, ibu korban, Fatimah, pergi ke pasar, sementara sang ayah tengah tertidur bersama FSH.

Saat kembali ke rumah sekitar pukul 13.50 WIB, Fatimah panik saat mendapati kedua anaknya tidak berada di rumah.

Kepanikan memuncak hingga mereka meminta bantuan warga untuk mencari. Salah satu warga, Bintang, menunjukkan arah lokasi tempat anak-anak biasa bermain.

Sayangnya, sang ayah mendapati kedua anaknya sudah mengapung tak bernyawa di kolam limbah.

Sang ayah segera masuk ke kolam untuk mengevakuasi jasad anak-anaknya, dan warga sekitar turut membantu membawa keduanya ke puskesmas. Namun, nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh Polda Riau. Publik kini menanti kejelasan hukum atas peristiwa tragis yang menyentuh hati ini, dan berharap kejadian serupa tidak terulang.(*)