Olahraga

Eko Yuli Irawan, Perjuangan Sang Lifter Indonesia di Olimpiade Paris 2024

×

Eko Yuli Irawan, Perjuangan Sang Lifter Indonesia di Olimpiade Paris 2024

Sebarkan artikel ini
Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi andalan Indonesia. (Foto: NOC Indonesia)
Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi andalan Indonesia. (Foto: NOC Indonesia)

INGATLAH – Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi andalan Indonesia, meskipun gagal membawa pulang medali di kelas 61 kg pada Olimpiade Paris 2024 yang digelar di Paris Expo Porte de Versailles, Prancis, Rabu (6/8/2024), tetap patut diapresiasi sebagai salah satu atlet berprestasi yang dimiliki Indonesia.

Pada pertandingan tersebut, Eko melakukan tiga kali percobaan angkatan snatch. Di percobaan pertama dengan beban 135 kg, Eko gagal.

Namun, ia berhasil mengangkat beban yang sama di percobaan kedua. Sayangnya, saat menaikkan beban menjadi 139 kg di percobaan ketiga, Eko kembali gagal.

Di kategori clean and jerk, Eko juga tidak berhasil dalam tiga kali percobaan dengan beban 162 kg. Pada percobaan ketiga, Eko bahkan sempat terjatuh dan memegang paha kanannya karena merasa kesakitan. Akibatnya, ia gagal meraih medali di Olimpiade Paris 2024 ini.

Namun, kegagalan di Paris tak mengurangi pencapaian gemilang Eko sepanjang kariernya.

Sejak 2008, Eko selalu berhasil menyumbangkan medali Olimpiade untuk Indonesia, mulai dari perunggu di Beijing 2008 dan London 2012, hingga perak di Rio 2016 dan Tokyo 2020.

Baca Juga  Carolina Marin Cedera: Pilih WO dan Tolak Kursi Roda, Tinggalkan Olimpiade 2024 dengan Kepala Tegak

Di Asian Games, Eko juga berhasil meraih tiga medali, termasuk emas di Jakarta-Palembang 2018.

Prestasinya di SEA Games bahkan lebih mengesankan, dengan raihan medali emas dalam setiap edisi yang diikutinya sejak 2007, kecuali di SEA Games 2017 Kuala Lumpur di mana ia mendapatkan perak.

Meskipun tidak berhasil membawa pulang medali dari Olimpiade Paris 2024, Eko Yuli Irawan tetap layak mendapat apresiasi tinggi atas perjuangannya yang konsisten mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Prestasi Eko Yuli Irawan

Olimpiade

2008 Beijing: Perunggu (56 kg)
2012 London: Perunggu (62 kg)
2016 Rio: Perak (62 kg)
2020 Tokyo: Perak (61 kg)

Kejuaraan Dunia

2007 Chiang Mai: Perunggu (56 kg)
2009 Goyang: Perak (62 kg)
2011 Paris: Perunggu (62 kg)
2014 Almaty: Perak (62 kg)
2018 Ashgabat: Emas (61 kg)
2019 Pattaya: Perak (61 kg)
2022 Bogotá: Perak (61 kg)
2023 Riyadh: Perak (67 kg)

Baca Juga  Drama Liga 2, PSPS Pekanbaru Tahan Imbang PSIM di Babak Pertama

Piala Dunia IWF

2019 Fuzhou: Emas (61 kg)

Grand Prix IWF

2011 Fujian: Perak (62 kg)
2015 Fuzhou: Perak (62 kg)
2023 Havana: Emas (67 kg)

Asian Games

2010 Guangzhou: Perunggu (62 kg)
2014 Incheon: Perunggu (62 kg)
2018 Jakarta-Palembang: Emas (62 kg)

Kejuaraan Asia

2008 Kanazawa: Perak (62 kg)
2019 Ningbo: Perunggu (61 kg)

Summer Universiade

2011 Shenzhen: Emas (62 kg)

Islamic Solidarity Games

2013 Palembang: Emas (62 kg)
2017 Baku: Emas (62 kg)

SEA Games

2007 Nakhon Ratchasima: Emas (56 kg)
2009 Vientiane: Emas (62 kg)
2011 Jakarta-Palembang: Emas (62 kg)
2013 Naypyidaw: Emas (62 kg)
2017 Kuala Lumpur: Perak (62 kg)
2019 Filipina: Emas (61 kg)
2021 Vietnam: Emas (61 kg)
2023 Kamboja: Emas (61 kg)

International Fajr Cup

2020 Tehran: Emas (67 kg)

Kejuaraan Dunia Junior

2006 Hangzhou: Perak (56 kg)
2007 Praha: Emas (56 kg)
2009 Bukares: Emas (62 kg). (*)