INGATLAH — Dunia musik Minang kembali berduka. Alvis Devitra, musisi muda berbakat asal Batusangkar, meninggal dunia pada Kamis (8/5/2025) di RSUP M. Djamil Kota Padang.
Almarhum menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 21:30 WIB akibat penyakit kanker yang telah lama dideritanya.
Jenazah Alvis akan disemayamkan di rumah duka di Jorong Patir, Nagari Situmbuak, Kecamatan Salimpaung, Tanah Datar. Kepergiannya di usia 28 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan para penggemarnya.
Pelestari Lagu Minang Klasik
Alvis Devitra dikenal sebagai sosok seniman muda yang berkomitmen melestarikan lagu-lagu Minang klasik melalui platform digital.
Ia mulai mencuri perhatian sejak masih menjadi mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dengan cover lagu-lagu Minang yang diunggah di YouTube dan media sosial.
Beberapa karyanya yang paling populer antara lain Buruang Bondo, Dendang Lamo, Bugih Lamo, Pituah Rang Minang, dan Andam Oi Andam.
Melalui aransemennya, Alvis berhasil mengemas lagu-lagu klasik Minang menjadi lebih modern tanpa menghilangkan sentuhan tradisionalnya.
Ucapkan Selamat Jalan untuk Alvis
Kabar meninggalnya Alvis Devitra segera menyebar di media sosial. Para penggemarnya ramai-ramai mengunggah ucapan duka di akun Instagram @alvisdevitra, termasuk penulis Boy Candra yang turut berkomentar, “Selamat jalan Vis.”
Unggahan terakhir Alvis pun dibanjiri komentar haru dari penggemar setianya.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ak ngikuti channel YouTube-nya, ga nyangka ya Allah,” tulis akun @naraarasa.
“Demi apa… ternyata aku follow dia. Yaa Allah umur ga ada yg tau yaa,” tulis @ceklistdua.
Kepergian Alvis Devitra meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik Minang.
Meski usianya masih muda, karya-karyanya akan selalu dikenang sebagai upaya seorang seniman muda untuk melestarikan budaya Minangkabau melalui musik. (*)





