Berita

Paus Leo XIV Terpilih, Bagaimana Sikapnya terhadap Komunitas LGBTQ+?

×

Paus Leo XIV Terpilih, Bagaimana Sikapnya terhadap Komunitas LGBTQ+?

Sebarkan artikel ini
Paus Leo XIV atau Robert Prevost resmi terpilih sebagai Paus menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025.(Foto: Istimewa)

INGATLAH – Robert Prevost resmi terpilih sebagai Paus menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025.

Prevost, seorang warga Amerika berdarah Peru, kini dikenal sebagai Paus Leo XIV. Pengumuman terpilihnya Paus baru ditandai dengan mengepulnya asap putih dari cerobong Kapel Sistina, Kamis (8/5/2025).

Lebih dari satu jam setelah pengumuman tersebut, Paus Leo XIV muncul di balkon utama Basilika Santo Petrus. Ribuan umat yang telah berkumpul di Lapangan Santo Petrus menyambutnya dengan tepuk tangan dan sorak sorai.

Prevost, yang tidak banyak dikenal publik sebelumnya, dianggap sebagai sosok moderat dan reformis. Meskipun demikian, ia belum menunjukkan sikap tegas terkait isu-isu LGBTQ+.

Baca Juga  Kolam Teratai Kumuh dan Dinding Dipenuhi Lumut, Ini Penjelasan Dispora Padang

Pada 2012, ia pernah mengkritik media hiburan yang dianggapnya terlalu simpatik terhadap gaya hidup yang tidak sejalan dengan ajaran Injil, termasuk keluarga alternatif dari pasangan sesama jenis.

Berbeda dengan pendahulunya, Paus Fransiskus dikenal sebagai sosok yang lebih inklusif. Selama satu dekade memimpin, Paus Fransiskus beberapa kali menyatakan dukungannya terhadap umat Katolik LGBTQ+.

Ia bahkan memperbolehkan pemberkatan pasangan sesama jenis, meski tidak dalam konteks pernikahan gereja.

Perpecahan Internal di Tubuh Gereja

Pengangkatan Paus Leo XIV terjadi di tengah ketegangan internal di tubuh Gereja Katolik. Di satu sisi, kaum konservatif mendesak agar doktrin tradisional tetap dipertahankan.

Baca Juga  Sambut HUT RI ke-81, Polsek Sukajadi Bagikan Bendera Merah Putih kepada Warga Kurang Mampu

Di sisi lain, kalangan reformis ingin agar gereja semakin terbuka terhadap komunitas LGBTQ+ dan kelompok minoritas lainnya.

Sebagai Paus baru, Leo XIV dihadapkan pada tantangan besar untuk menyatukan kedua kubu tersebut. Langkah pertamanya akan diawasi ketat, terutama terkait kebijakan terhadap komunitas LGBTQ+ dan penerus reformasi yang telah dimulai oleh Paus Fransiskus.

Sementara itu, publik masih menanti pernyataan resmi Paus Leo XIV terkait arah kebijakan Gereja Katolik di masa kepemimpinannya.

Apakah ia akan melanjutkan jejak inklusif Paus Fransiskus atau mengambil sikap yang lebih konservatif? (*)