INGATLAH – Inter Milan, klub raksasa Italia yang bermarkas di Giuseppe Meazza, memiliki catatan panjang dan prestisius dalam ajang Liga Champions UEFA.
Dengan kombinasi sejarah kejayaan dan semangat modern, Inter kembali menegaskan ambisinya untuk merebut kejayaan Eropa.
Pada 1 Juni 2025, Inter Milan akan melakoni laga final Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain (PSG), sebuah pertarungan yang ditunggu-tunggu oleh pencinta sepak bola dunia.
Hasil penelusuran dan catatan ingatlah.com, Inter Milan pertama kali meraih kejayaan Eropa di bawah pelatih legendaris Helenio Herrera pada era 1960-an, dengan mengusung gaya permainan catenaccio yang revolusioner.
Pada tahun 1964, Inter meraih gelar pertamanya dengan mengalahkan Real Madrid 3-1.
Selanjutnya, pada tahun 1965, Inter mempertahankan gelar dengan mengalahkan Benfica 1-0.
Namun, pada 1967, Inter sempat kembali ke final, namun harus mengakui keunggulan Celtic.
Era ini dikenal sebagai La Grande Inter, salah satu periode terbaik dalam sejarah klub.
Setelah hampir 45 tahun tanpa gelar, Inter akhirnya kembali ke puncak kejayaan Eropa pada musim 2009/2010 di bawah arahan José Mourinho.
Inter menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan Bayern München 2-0 di final yang digelar di Santiago Bernabéu, lewat dua gol Diego Milito.
Tahun 2010 juga menjadi momen bersejarah karena Inter menjadi satu-satunya klub Italia yang pernah meraih treble winner: Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions dalam satu musim.
Lebihlanjut, Inter Milan tercatat baru 3 kali menjuarai Liga Champions yaitu pada 1964, 1965, 2010. Selanjutnya, 2 kali runner-up: 1967, 2023.
- PSG vs Inter
Pada musim 2024/2025, Inter tampil solid di fase grup dan menunjukkan karakter juara di babak gugur, menyingkirkan lawan-lawan kuat seperti Manchester City dan Bayern München.
Dengan komposisi skuad yang solid di bawah pelatih Simone Inzaghi, Inter kini melangkah ke final Liga Champions melawan PSG, yang akan digelar pada 1 Juni 2025 di Allianz Arena, Munich.
Pertemuan ini menjadi sorotan utama karena mempertemukan dua klub besar dengan ambisi berbeda yaitu PSG masih mencari gelar pertama mereka, sementara Inter berusaha menambah trofi keempat dan memperkokoh warisan mereka di Eropa.
Inter Milan telah membuktikan diri sebagai salah satu klub elite di Eropa.
Dari kejayaan masa lalu hingga perjuangan di era modern, Inter terus menjadi kekuatan yang disegani.
Final melawan PSG pada 1 Juni 2025 akan menjadi panggung penting bagi Nerazzurri untuk menulis sejarah baru sekaligus menegaskan bahwa kejayaan Eropa masih dalam jangkauan mereka.(*)





