RiauBerita

Puluhan Kontraktor Segel dan Padamkan Listrik RS Madani Pekanbaru, Ini Masalahnya

×

Puluhan Kontraktor Segel dan Padamkan Listrik RS Madani Pekanbaru, Ini Masalahnya

Sebarkan artikel ini
Foto puluhan Kontraktor Segel dan Putus Listrik RS Madani Pekanbaru. (Ist)
Foto puluhan Kontraktor Segel dan Putus Listrik RS Madani Pekanbaru. (Ist)

INGATLAH – Puluhan kontraktor melakukan aksi penyegelan terhadap Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru, Senin (6/5/2025).

Aksi tersebut dilakukan bentuk protes atas tunggakan pembayaran proyek sejak tahun 2022. Nilai tunggakan ditaksir mencapai Rp54 miliar.

Aksi dimulai sejak pagi dan menyebabkan terganggunya aktivitas rumah sakit, terutama di bagian manajemen.

Para kontraktor memutus aliran listrik di sejumlah ruangan dan menyegel beberapa area, termasuk ruangan Maqomul Amin, Firdaus, serta area parkir.

Aksi ini dipimpin langsung oleh perwakilan kontraktor, Arlek Setyanto. Ia menyatakan, penyegelan akan berlangsung selama sepekan ke depan.

Jika tidak ada respon dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, pihaknya mengancam akan menyegel secara permanen hingga membongkar bangunan yang telah mereka kerjakan.

Baca Juga  Bukan Sekadar Tanam, Polsek Batu Hampar Kawal Jagung 2 Hektare hingga Panen

“Sudah terlalu lama kami menunggu. Ini puncak dari kekecewaan kami. Kami minta Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, segera menyelesaikan persoalan ini,” ujar Arlek kepada wartawan.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait pembayaran pekerjaan yang sudah selesai dilakukan oleh sekitar 100 vendor sejak dua tahun lalu.

Ia juga menilai komitmen dari pihak rumah sakit maupun Pemkot Pekanbaru sangat minim.

Senada, kontraktor lain bernama Nofrizal meminta pihak rumah sakit mengosongkan beberapa ruangan untuk menghindari gangguan terhadap pasien jika aksi lanjutan dilakukan.

Sementara itu, mantan Direktur RSD Madani, drg. Aznar, menyebut dirinya tidak lagi memiliki kewenangan karena masa jabatannya telah berakhir.

Baca Juga  Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Sebut Pejabat Kemenag di Tiap Tingkatan Dapat Jatah

Namun ia memastikan pihak rumah sakit akan menggelar rapat internal untuk mencari solusi.

“Kami akan inventarisasi dulu semua data dan merumuskan rencana. Tapi keputusan tetap menunggu pimpinan baru,” katanya.

Para kontraktor mengajukan lima tuntutan utama, antara lain pembayaran penuh proyek, pelarangan penggunaan fasilitas yang belum dibayar, serta ancaman pembongkaran jika tidak ada penyelesaian.

Situasi ini semakin menyorot pengelolaan anggaran dan proyek infrastruktur di lingkungan Pemkot Pekanbaru. Jika tidak segera diselesaikan, operasional RS Madani terancam lumpuh total. (RZ)