Utama

Pemprov Riau Susun Peta Jalan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Lewat FGD Kolaboratif

×

Pemprov Riau Susun Peta Jalan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Lewat FGD Kolaboratif

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Pemerintah Provinsi Riau terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan alam daerah.

Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada Senin (5/5/2025) di Hotel Bono Pekanbaru, Pemprov Riau memulai langkah strategis penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati serta Profil Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Provinsi Riau.

FGD ini menjadi tonggak awal dalam menyusun arah kebijakan dan strategi terpadu pengelolaan kekayaan hayati secara berkelanjutan.

Tak hanya membahas teknis pengelolaan, forum ini juga difokuskan untuk menghimpun data dan informasi terkini sebagai landasan dalam membentuk Profil Taman Kehati yang ke depannya diharapkan menjadi pusat konservasi biodiversitas khas Riau.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, akademisi dari perguruan tinggi, organisasi lingkungan (LSM), hingga para praktisi konservasi.

Baca Juga  Paling Rendah, Dani Nursalam Dituntut 4 Tahun di Sidang Korupsi PUPR Riau

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, saat membuka kegiatan menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap penyusunan dokumen penting tersebut.

Ia menyebut, keanekaragaman hayati merupakan warisan tak ternilai yang harus dijaga demi keberlanjutan hidup masyarakat dan pembangunan daerah.

“Pengelolaan keanekaragaman hayati harus dilakukan secara terencana dan berdasarkan data yang valid, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ini adalah aset penting bagi kehidupan masa depan Riau,” ungkapnya.

Zulkifli menambahkan, keberadaan Taman Kehati di Riau diharapkan dapat menjadi lebih dari sekadar kawasan konservasi.

Baca Juga  Buru Tiga Poin! PSPS Pekanbaru Tantang Persikad Demi Jaga Asa ke Empat Besar

Ia ingin taman ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi masyarakat, laboratorium penelitian bagi akademisi, serta destinasi ekowisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara berbagai pihak, baik dari sektor pemerintah, akademik, maupun masyarakat sipil.

Menurut Zulkifli, kebijakan yang baik hanya bisa terwujud lewat proses kolaboratif dan pemahaman lintas disiplin.

“Dengan kerja sama yang solid, kita optimistis Riau akan memiliki dokumen strategis yang bukan hanya realistis, tapi juga dapat diimplementasikan secara efektif dalam menjaga kelestarian alam dan mewariskannya pada generasi mendatang,” tutupnya.(thohir)